Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD bertemu dengan Presiden Ketujuh RI Joko Widodo dalam acara resepsi pernikahan anak Soimah Pancawati di Yogyakarta pada Sabtu (9/5/2026) malam. Pertemuan tidak sengaja ini menjadi momen perdana keduanya bertatap muka pasca-Pilpres 2024.
Dilansir dari Nasional, Mahfud MD menceritakan bahwa interaksi tersebut terjadi secara spontan saat dirinya menghadiri undangan sebagai tamu. Mantan Cawapres tersebut awalnya duduk di area umum sebelum protokol acara mengarahkannya ke tempat khusus yang telah disiapkan panitia.
"Itu dua hari lalu ya, Sabtu malam. Ada undangan mantenan, mantu Soimah," katanya dalam siniar Terus Terang di kanal YouTube Mahfud MD Official, dikutip Kompas.com, Selasa (12/5/2026).
Mahfud mengungkapkan bahwa suasana pertemuan berlangsung cair dengan topik pembicaraan ringan seputar masa-masa mereka bekerja bersama di kabinet. Fokus obrolan lebih banyak menyentuh sisi personal dan kenangan antara keluarga masing-masing selama periode pemerintahan sebelumnya.
"Kami bercerita banyak masa-masa di kabinet, istri saya dengan Bu Jokowi (Iriana) sering bepergian, cerita-cerita gitu biasa kan, ringan-ringan saja," katanya.
Meski pernah berkompetisi dalam kontestasi politik terakhir, Mahfud menegaskan tidak ada ketegangan dalam pertemuan tersebut. Joko Widodo disebut tetap menunjukkan sikap rendah hati sebagaimana interaksi mereka di masa lalu saat Mahfud masih menjabat sebagai menteri.
"Iya tetap ya kayak dululah orangnya gitu rendah hatilah ya," ucapnya.
Pertemuan yang berlangsung di tengah riuhnya tamu undangan tersebut dipastikan bersih dari pembahasan strategis maupun dinamika politik terkini. Mahfud menekankan bahwa pembicaraan mereka murni bersifat nostalgia sebagai kawan lama dan mantan atasan-bawahan.
"Tapi saya melihat saya sendiri tidak merasa apa-apa, biasa menghormati sebagai teman, bekas pimpinan, dan saya lihat dia pun juga tidak tidak menampakkan grogi atau apa gitu sama aja gitu." katanya.
Dalam sesi dialog singkat itu, Joko Widodo juga menyapa Mahfud dengan sebutan akademis yang biasa digunakan selama ini. Tidak ada perubahan sikap yang dirasakan Mahfud meski keduanya kini berada di luar struktur pemerintahan formal.
"Gimana Prof gitu masih seperti dulu manggilnya Prof. Gimana Prof? Sehat kan Prof? Gitu aja ya terus bicara gitu nostalgia tapi sama sekali nggak bicara soal politik atau apa nggak," tandasnya.