Lyman Group Kembangkan Kota Baru Parahyangan Jadi Kota Mandiri Terbesar

Lyman Group Kembangkan Kota Baru Parahyangan Jadi Kota Mandiri Terbesar
Foto: Ilustrasi Lyman Group Kembangkan Kota Baru Parahyangan Jadi Kota Mandiri Terbesar.

Kawasan Kota Baru Parahyangan di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, kini tumbuh menjadi kota satelit penyangga Bandung yang mengusung konsep hunian hijau, pendidikan, dan bisnis modern. Seperti dilansir dari Kompas, proyek kota mandiri pertama di wilayah Bandung Raya ini menempati lahan seluas 1.250 hektar, termasuk area danau seluas 200 hektar.

Pengembangan infrastruktur berskala besar tersebut dimotori oleh PT Belaputera Intiland selaku pengembang utama sejak awal tahun 2000-an. Perusahaan properti ini merupakan bagian dari Lyman Group, sebuah kelompok usaha yang telah berdiri sejak tahun 1959.

Sebelum menggunakan nama Lyman Group, konglomerasi ini awalnya didirikan oleh pengusaha Susanta Lyman dengan nama Satya Djaya Raya (SDR) Group. Pada masa awal operasionalnya, perusahaan memfokuskan bisnis pada sektor perdagangan hasil bumi.

Seiring berjalannya waktu, lini bisnis perusahaan terus melebar ke berbagai sektor strategis, mulai dari perkayuan, bahan bangunan, distribusi, minyak dan gas, hingga properti mewah. Karakteristik bisnis yang kokoh lintas generasi ini membuat Lyman Group kerap dikategorikan sebagai salah satu kelompok konglomerat lama atau old money di Indonesia.

Kepemimpinan dan Portofolio Bisnis

Saat ini kendali bisnis Lyman Group dipegang oleh generasi kedua keluarga Lyman, dengan Osbert Lyman sebagai salah satu pengendali utamanya. Majalah bisnis Forbes sempat memasukkan nama Osbert Lyman ke dalam daftar orang terkaya di Indonesia, dengan catatan kekayaan mencapai sekitar 800 juta dollar AS pada tahun 2021.

Selain menggarap properti komersial dan hunian di Bandung Barat, kelompok usaha ini juga memiliki rekam jejak panjang dalam pembangunan proyek premium di ibu kota. Beberapa di antaranya meliputi proyek apartemen mewah Casa Domaine di kawasan Kota BNI Jakarta yang dibangun bersama Salim Group dan Kerry Group.

Lyman Group juga tercatat sebagai salah satu pemegang saham di Hotel Shangri-La Jakarta serta Gedung Wisma 46. Dalam operasionalnya, pengelolaan aset di Jakarta tersebut dijalankan bersama dengan Yayasan Dana Pensiun BNI, sedangkan proyek di Bandung Barat digerakkan melalui anak usaha PT Belaputera Intiland atau PT Bela Parahyangan Investindo.

Artikel terkait

Rekomendasi