Nama Luke Thomas Mahony kini masuk dalam jajaran pimpinan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Perusahaan milik negara tersebut dibentuk khusus oleh pemerintah untuk menangani tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam (SDA).
Dikutip dari Money, penunjukan Luke dilakukan oleh Danantara dengan mempertimbangkan pengalaman panjangnya di industri pertambangan internasional. Keahliannya mencakup bidang teknik tambang, pengembangan teknologi, hingga pengelolaan bisnis sumber daya mineral.
Sebelum bergabung dengan PT DSI, Luke lebih dulu dikenal sebagai salah satu petinggi PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Jabatan Direktur Vale Indonesia ia duduki sejak mendapat persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Juni 2024.
Berdasarkan laporan tahunan Vale Indonesia, Luke merupakan warga negara Australia. Ia juga tercatat pernah menetap di Sorowako, Sulawesi Selatan, yang menjadi kawasan operasional utama perusahaan tambang tersebut.
Latar belakang akademik Luke banyak berkaitan dengan dunia pertambangan. Ia menyelesaikan pendidikan Bachelor of Mining Engineering di University of New South Wales (UNSW), Australia, pada tahun 2002.
Setelah itu, Luke melanjutkan studi dan memperoleh gelar Master of Commerce Finance pada 2004. Ia kemudian kembali mengambil pendidikan Master of Mining Engineering pada 2006 dan Master of Geomechanics pada 2009 di universitas yang sama.
Karier profesional Luke berkembang di sejumlah perusahaan tambang multinasional. Selain di Vale, ia juga pernah bekerja di BHP Billiton dan Xstrata Coal dengan tanggung jawab yang beragam.
Di lingkungan Vale global, Luke pernah dipercaya memimpin bidang teknologi dan inovasi sebagai Global Head of Technology & Innovation pada periode 2021-2022.
Sebelumnya, ia menangani sektor geologi, rekayasa tambang, geoteknik, bendungan tailing, dan teknologi perusahaan sebagai Global Head of Geology, Mine Engineering, Geotechnical, Tailings Dams and Technology pada 2019-2021.
Adapun pada periode 2017-2019, Luke menjabat sebagai Technical Executive untuk bisnis batu bara global Vale.
Saat masih berkarier di BHP Billiton, Luke menempati sejumlah posisi teknis dan manajerial. Posisi tersebut mulai dari Geotechnical/Mining Engineer, Principal Business Analyst, hingga Manager Production Projects.
Pertimbangan Penunjukan oleh Danantara
CEO Danantara Rosan Roeslani menyebut pengalaman dan rekam jejak Luke menjadi salah satu pertimbangan utama dalam penunjukannya sebagai pimpinan PT DSI.
"Jadi bisa dilihat track record-nya apa, kemampuannya juga jelas seperti kita bangun Danantara dulu," ujar Rosan, dikutip dari Kontan.
PT DSI sendiri dibentuk setelah pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) mengenai Tata Kelola Ekspor Komoditas SDA. Melalui aturan tersebut, pemerintah mewajibkan ekspor komoditas strategis dilakukan melalui BUMN yang ditunjuk.
Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di sektor pertambangan global, Luke kini diharapkan dapat menjalankan peran baru PT DSI dalam memperkuat pengelolaan ekspor SDA Indonesia.