Lori Chavez-DeRemer Mundur dari Jabatan Menteri Tenaga Kerja AS

Lori Chavez-DeRemer Mundur dari Jabatan Menteri Tenaga Kerja AS
Foto: Ilustrasi Lori Chavez-DeRemer Mundur dari Jabatan Menteri Tenaga Kerja AS.

Menteri Tenaga Kerja Amerika Serikat Lori Chavez-DeRemer mengundurkan diri dari jabatannya setelah menghadapi serangkaian investigasi internal terkait dugaan skandal hubungan tidak pantas dengan bawahan. Keputusan pengunduran diri tersebut dikonfirmasi oleh pihak Gedung Putih baru-baru ini sebagaimana dilansir dari Wolipop.

Juru Bicara Gedung Putih Steven Cheung menyampaikan kabar tersebut melalui pengumuman resmi. Ia menjelaskan bahwa mantan menteri tersebut berencana untuk melanjutkan kariernya di sektor swasta setelah meninggalkan pemerintahan Presiden Donald Trump.

"Menteri Tenaga Kerja Lori Chavez-DeRemer akan meninggalkan pemerintahan untuk mengambil posisi di sektor swasta. Dia telah melakukan pekerjaan yang luar biasa dalam perannya dengan melindungi pekerja Amerika, memberlakukan praktek ketenagakerjaan yang adil, dan membantu warga Amerika memperoleh keterampilan tambahan untuk meningkatkan kehidupan mereka," tulis Steven Cheung, Juru Bicara Gedung Putih.

Chavez-DeRemer merupakan tokoh ketiga yang meninggalkan kabinet Trump sejak Maret tahun ini, menyusul pemberhentian Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem dan Jaksa Agung Pam Bondi. Kepergiannya terjadi di tengah laporan New York Post mengenai investigasi terhadap hubungan tidak pantas dengan seorang anggota tim keamanannya.

Selain skandal asmara, dokumen investigasi mengungkap dugaan instruksi kepada staf untuk memalsukan catatan perjalanan resmi. Tindakan tersebut diduga dilakukan untuk menutupi agenda liburan pribadi bersama keluarga dan kerabat di luar kepentingan kedinasan.

Laporan tersebut juga mencatat adanya keluhan mengenai lingkungan kerja yang tidak sehat, termasuk tuduhan konsumsi alkohol di kantor dan tugas pribadi bagi ajudan. Tekanan investigasi ini telah menyebabkan dua pejabat utama, Jihun Han dan Rebecca Wright, mengundurkan diri lebih awal.

New York Times melaporkan bahwa kedua mantan staf tersebut juga dituduh mencoba mengalihkan dana hibah departemen kepada operator politik tertentu. Meski menghadapi berbagai tudingan serius, Chavez-DeRemer menegaskan komitmennya untuk tetap aktif dalam isu-isu perburuhan.

"Meskipun masa jabatanku dalam pemerintahan telah berakhir, bukan berarti aku akan berhenti memperjuangkan para pekerja Amerika," tulis Chavez-DeRemer, Mantan Menteri Tenaga Kerja AS.

Hingga saat ini, Chavez-DeRemer belum memberikan tanggapan langsung mengenai detail skandal yang dituduhkan kepadanya. Sementara itu, sedikitnya tiga anggota staf Departemen Tenaga Kerja AS telah resmi mengajukan aduan terkait pelanggaran hak sipil di lingkungan kerja mereka.

Artikel terkait

Rekomendasi