Ajang LIXIL Architectural Design Competition (LADC) 2026 kembali diselenggarakan untuk merespons kebutuhan desain modern yang berfokus pada aspek inklusivitas serta keberlanjutan. Seperti dilansir dari Investor Daily, program ini menjadi wadah besar dalam memperluas ruang diskusi sekaligus membuka akses bagi eksplorasi ide baru.
Marketing Director Lixil Water Technology Indonesia, Arfindi Batubara, menerangkan bahwa dari ragam konteks geografis dan budaya Indonesia lahir gagasan yang relevan untuk masa depan. Kompetisi ini tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, melainkan bertujuan menetapkan standar baru di industri.
"Lebih jauh, LADC bertujuan untuk menetapkan standar baru, mendorong cara pandang arsitek dalam berpikir, mendesain, serta mewujudkan ruang hidup yang lebih baik," ucap dia dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Gelaran tahun ini mengusung tema Archipelago Dialogues: Architecture as a Space of Co-Creation. Tema tersebut berakar dari karakteristik Indonesia sebagai negara kepulauan yang kaya akan alam, perspektif, dan pemikiran yang saling terhubung.
"Melalui topik tersebut, LADC 2026 mengajak para profesional serta kreator muda tanah air, untuk mengeksplorasi arsitektur sebagai sebuah proses berkelanjutan yang terbentuk dari keberagaman elemen dan gagasan kolaboratif," kata dia.
Arfindi menambahkan, ide-ide yang muncul dari kompetisi ini berpotensi meredefinisi standar rancang bangun di dunia arsitektur domestik.
"Kami mengundang seluruh arsitek dan insan kreatif Indonesia untuk bergabung memanfaatkan kesempatan ini. Bersama-sama kita bentuk ruang hidup yang lebih baik dan berkelanjutan," ucap dia.
LADC 2026 melibatkan jajaran panel juri lintas negara untuk menjaga objektivitas penilaian bertaraf internasional. Para tokoh kunci tersebut di antaranya Andra Matin (Founder AndraMatin Studio), Gregorius Supie (Founder Yolodi+Maria Architects), dan Richard Wood (Managing Partner Asia Sn├©hetta).
Apresiasi eksklusif telah disiapkan bagi para pemenang, termasuk kesempatan Studio Exchange di firma global Sn├©hetta untuk mempelajari praktik arsitektur kelas dunia. Selain itu, pemenang akan mengikuti Lixil Architectural Trip ke Nagoya, Jepang, serta mendapatkan eksposur publikasi luas melalui kanal komunikasi Lixil dan mitra media.
Pendaftaran dan pengumpulan karya dibuka mulai 18 Mei hingga 05 Juli 2026. Kompetisi ini dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu Professional Category dan Student Category.
Arfindi menjelaskan bahwa pemisahan kategori ini bertujuan memberikan ruang yang lebih inklusif bagi arsitek berpengalaman maupun mahasiswa yang sedang berkembang.
"Kami ingin memastikan setiap talenta memiliki kesempatan yang setara untuk berkontribusi dalam membentuk masa depan arsitektur kita," jelas dia.
Professional Category ditujukan bagi anggota Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) yang mengantongi Sertifikat Tanda Registrasi Arsitek (STRA) aktif. Sementara itu, Student Category terbuka bagi mahasiswa aktif S1 atau S2 program studi Arsitektur, mahasiswa Program Pendidikan Profesi Arsitek (PPAr), serta lulusan S1 Arsitektur dengan masa kelulusan maksimal dua tahun saat mendaftar. Semua karya yang dikirimkan harus orisinal dan belum pernah diikutkan dalam kompetisi lain.
Gregorius Supie selaku salah satu juri turut menyampaikan harapannya terhadap penyelenggaraan tahun ini.
"Saya berharap sayembara ini mampu mengobarkan semangat berarsitektur yang semakin kreatif, sekaligus menjadi pendorong dalam memajukan industri arsitektur di Indonesia," tutur Founder Yolodi+Maria Architects Gregorius Supie.
Tahap penjurian akan dilangsungkan melalui dua fase penilaian intensif untuk menyaring Top 5 Finalist hingga pemenang utama. Pengumuman pemenang secara resmi bakal digelar dalam sesi awarding yang menjadi bagian dari rangkaian Lixil Day of Architecture & Design (LDAD) pada 12 Agustus 2026. Seluruh rangkaian LADC 2026 berjalan secara daring untuk memudahkan akses peserta dari berbagai daerah melalui situs resmi satu.LIXIL.co.id/events/ladc2026.