Minat masyarakat dan investor terhadap properti di koridor timur Jakarta memicu tren peningkatan permintaan hunian di wilayah Bekasi dan sekitarnya. Lonjakan tersebut mendorong PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) untuk menghadirkan produk hunian terbaru.
Perusahaan mencatat pertumbuhan pra-penjualan sebesar 52 persen secara tahunan dengan nilai mencapai Rp491 miliar pada kuartal I 2026. Capaian yang dilansir dari Media Indonesia ini merefleksikan kokohnya ketertarikan pasar pada produk rumah tapak.
LippoLand merespons momentum pasar ini dengan meluncurkan IMA6I Collection di kawasan Lippo Cikarang Cosmopolis, Cikarang Selatan, Bekasi. Kawasan ini dinilai sedang berada dalam fase pertumbuhan yang sangat kuat.
CEO LippoLand David Iman Santosa menjelaskan bahwa ekspansi kawasan industri dan pembangunan infrastruktur menjadi motor penggerak wilayah Cikarang. Faktor tersebut ikut meningkatkan kebutuhan tempat tinggal bagi para pekerja maupun investor lokal.
"Permintaan hunian di koridor timur Jakarta terus meningkat secara konsisten, dan kami melihat ini sebagai momentum strategis. Melalui IMA6I Collection, kami tidak hanya menghadirkan hunian berkualitas, tetapi juga produk dengan nilai investasi yang solid," ujar David dalam keterangannya.
IMA6I Collection menawarkan enam variasi tipe hunian yang dirancang untuk berbagai segmen pasar. Produk ini menyasar pembeli rumah pertama, pasangan muda, hingga keluarga dengan skala besar.
Luas tanah yang disediakan berkisar antara 25,5 meter persegi hingga 86,4 meter persegi. Sementara itu, luas bangunan unit bervariasi mulai dari 25,8 meter persegi hingga 98 meter persegi.
Melalui Program Early Bird, harga unit properti ini dipasarkan mulai dari Rp303 juta hingga Rp921 juta. Manajemen membangun proyek ini di tiga klaster utama Lippo Cikarang Cosmopolis, yaitu NEO, COSMO, dan THE PATIO.
Kawasan kota mandiri Lippo Cikarang Cosmopolis sendiri sudah terintegrasi dengan berbagai fasilitas penunjang harian. Area ini menyediakan fasilitas pendidikan, pusat layanan kesehatan, kawasan komersial, serta jaringan aksesibilitas yang terus berkembang.