Sebanyak lima jemaah haji asal Indonesia dilaporkan meninggal dunia di Tanah Suci hingga hari kesepuluh pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah atau 2026, Kamis (30/4/2026). Dilansir dari Nasional, data terbaru mencatat dua jemaah asal Bengkulu dan Riau menjadi korban meninggal dunia tambahan dalam daftar tersebut.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Suci Annisa, memberikan rincian identitas jemaah yang baru saja wafat tersebut. Keduanya adalah Tukiman Sardi Kromo Karso (54) dari kloter PDG-04 asal Kota Bengkulu dan Dawanus Mahmud Muhammad Hasyim (51) dari kloter BTH-05 asal Kabupaten Kampar, Riau.
"Innalillahi wa Inna Ilaihi Raji'un, kami sampaikan terdapat dua jemaah wafat atas nama Tukiman Sardi Kromo Karso dan Dawannus Mahmud Muhammad Hasyim," kata Suci Annisa, Juru Bicara Kemenhaj.
Penambahan data ini secara akumulatif menunjukkan peningkatan angka kematian jemaah sejak dimulainya fase pemberangkatan. Pihak kementerian terus melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan para jemaah yang saat ini tersebar di beberapa titik di Arab Saudi.
"Semoga almarhum ditempatkan di sisi terbaik Allah Subhanahu wa Ta'ala, sehingga total jemaah wafat sampai saat ini berjumlah 5 jemaah," sambung Suci Annisa.
Selain laporan kematian, kondisi kesehatan jemaah lainnya juga terus dipantau dengan rincian 89 orang dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS). Lima jemaah lainnya mendapatkan perawatan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).
"Hingga kini, terdapat 49 jemaah masih menjalani perawatan," tutur Suci Annisa.
Mengenai data pemberangkatan, Kemenhaj mencatat total 54.604 jemaah sudah diberangkatkan ke Arab Saudi hingga hari kesepuluh. Sebanyak 132 kelompok terbang yang membawa 52.343 jemaah telah mendarat di Madinah dan menempati akomodasi hotel.
"Alhamdulillah, hingga hari kesepuluh operasional haji, proses pemberangkatan dan kedatangan jemaah berjalan lancar, tertib, dan terlayani dengan baik di seluruh titik layanan," ucap Suci Annisa.
Fase pergerakan jemaah dari Madinah menuju Mekkah mulai dilaksanakan secara bertahap untuk persiapan rangkaian ibadah puncak. Seluruh jemaah dipersiapkan untuk menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) sesuai jadwal yang telah ditetapkan.