Petugas PPIH Berikan Layanan Payung Bagi Jemaah Haji di Madinah

Petugas PPIH Berikan Layanan Payung Bagi Jemaah Haji di Madinah
Foto: Ilustrasi Petugas PPIH Berikan Layanan Payung Bagi Jemaah Haji di Madinah.

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daker Bandara memberikan layanan ekstra berupa perlindungan payung bagi jemaah haji Indonesia yang baru mendarat di Bandara Prince Mohammed Bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah, Rabu (29/4/2026). Langkah ini diambil untuk melindungi jemaah dari paparan cuaca terik saat menuju bus jemputan.

Dilansir dari Detikcom, inisiatif tersebut difokuskan untuk membantu jemaah lansia yang harus berjalan dari terminal kedatangan di tengah suhu yang menyengat. Pihak otoritas bandara menegaskan bahwa tindakan ini merupakan protokol perlindungan kesehatan bagi para tamu Allah.

"Jemaah haji akan dipayungi oleh petugas sehingga mereka lebih nyaman," ujar Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara, Abdul Basir, di Bandara AMAA Madinah, Rabu (29/4/2026).

Abdul Basir menjelaskan bahwa layanan ini bertujuan utama untuk menekan risiko medis akibat kelembaban udara yang rendah. Suhu udara di Madinah terpantau cukup ekstrem sehingga dapat memicu gangguan kesehatan pada jemaah.

"Jemaah haji tersebut agak kebingungan ketika mendarat di bandara Madinah (diduga dehidrasi)," tambah Abdul Basir mengenai adanya temuan kasus jemaah yang mengalami disorientasi.

Kehadiran petugas di lapangan memberikan rasa aman bagi para peserta ibadah yang baru tiba dari tanah air. Salah satu jemaah mengungkapkan apresiasinya atas penyambutan yang diberikan oleh tim PPIH di bandara.

"Alhamdulillah, berasa seperti tamu terhormat," ucap M. Bardan, salah satu jemaah haji.

Data Early Warning System (EWS) dari Tim Sanitasi and Food Security Daker Madinah menunjukkan suhu siang hari mencapai 34 derajat Celsius dengan kelembaban 13 persen. Kondisi ini diprediksi akan terus meningkat hingga memasuki puncak musim panas.

Tim medis di lokasi telah menyiapkan panduan khusus agar jemaah dapat menjaga kondisi fisik mereka selama berada di Arab Saudi. Penggunaan alat pelindung diri menjadi kewajiban yang sangat disarankan oleh pihak kesehatan.

"Minum dua teguk air setiap sepuluh menit, jangan menunggu haus," pesan Dokter Daker Bandara, M. Fathi Banna AL F.

Petugas kesehatan juga mengingatkan agar jemaah rutin melakukan hidrasi tubuh dan konsisten menggunakan payung guna menghindari sengatan matahari secara langsung. Puncak musim haji pada Mei 2026 diperkirakan akan menghadapi suhu udara yang menembus angka 40,5 derajat Celsius.

Artikel terkait

Rekomendasi