Petugas Siapkan Layanan Kursi Roda dan Mobil Golf Bagi Jemaah Haji

Petugas Siapkan Layanan Kursi Roda dan Mobil Golf Bagi Jemaah Haji
Foto: Ilustrasi Petugas Siapkan Layanan Kursi Roda dan Mobil Golf Bagi Jemaah Haji.

Penyelenggara haji menyiapkan fasilitas mobil golf dan kursi roda gratis di Bandara Amir Mohammad bin Abdul Aziz Madinah guna membantu pergerakan jemaah lanjut usia dan disabilitas pada Kamis (23/4/2026). Layanan ini bertujuan memuliakan tamu Allah melalui penyediaan infrastruktur yang ramah bagi kelompok rentan.

Sebagaimana dilansir dari Detikcom, bantuan mobilitas ini sudah dapat dinikmati jemaah sejak pertama kali tiba di Tanah Suci. Selain di Bandara Madinah, fasilitas serupa juga disiagakan di Bandara Jeddah serta berbagai titik di Daerah Kerja (Daker) Madinah dan Makkah.

Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara, Abdul Basir, menjelaskan bahwa pengerahan mobil golf di Terminal Haji difungsikan khusus untuk menjangkau jemaah yang memiliki keterbatasan fisik saat berjalan jauh.

"Golf car disiapkan di terminal untuk mengantar jemaah dari area kedatangan menuju ruang tunggu atau Hajj Pavilion," ujar Abdul Basir, Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara.

Pihak otoritas haji juga memastikan bahwa seluruh layanan operasional bagi jemaah lansia ini tidak dipungut biaya sedikitpun. Petugas haji disiagakan penuh untuk mengoperasikan kursi roda bagi mereka yang membutuhkan pendampingan ekstra.

"Bagi jemaah yang memanfaatkan jasa dorong kursi roda dan golf car tidak ada biaya yang dibebankan kepada jemaah atau gratis," tegas Abdul Basir, Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara.

Urgensi layanan ini didasarkan pada data statistik jemaah haji reguler Indonesia yang mencapai 203.320 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 80 persen masuk dalam kategori risiko tinggi (risti), termasuk 33 ribu jemaah lansia yang berusia di atas 65 tahun.

Selain dukungan fisik, petugas juga memberikan perhatian pada aspek bimbingan ibadah bagi kaum perempuan melalui konsultasi fiqih khusus. Hal ini dilakukan mengingat jumlah jemaah perempuan mendominasi populasi haji Indonesia tahun ini.

"Jemaah haji kita banyak perempuan, mereka perlu konsultasi fiqih perempuan itu sebaiknya kepada petugas pembimbing ibadah perempuan," jelas Abdul Basir, Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara.

Keberadaan pembimbing ibadah perempuan menjadi krusial karena proporsi jemaah perempuan mencapai 56 persen dari total kuota. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah dapat terlaksana sesuai tuntunan syariat dengan perasaan tenang.

Artikel terkait

Rekomendasi