Kementerian Haji dan Umrah mengoptimalkan layanan kesehatan bagi jemaah haji Indonesia di Madinah selama musim haji 1447 H/2026 M melalui pengoperasian Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). Fasilitas ini disiagakan secara penuh pada Selasa (21/4/2026) untuk menjamin kondisi fisik jemaah tetap stabil selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Kesiapan infrastruktur medis ini mencakup operasional nonstop dan penguatan sistem rujukan ke berbagai rumah sakit lokal di Arab Saudi, sebagaimana dilansir dari Cahaya. Langkah tersebut diambil guna menangani jemaah yang memerlukan perawatan intensif atau penanganan medis lanjutan secara cepat.
Kasi Kesehatan Daerah Kerja Madinah, Enny Nuryanti, memberikan penegasan bahwa seluruh tenaga medis dan fasilitas di KKHI Madinah berada dalam status siap siaga. Tim tersebut melibatkan beragam profesi mulai dari dokter spesialis, perawat, hingga tenaga pendukung seperti ahli sanitasi dan radiografer.
ÔÇ£Dua puluh empat jam tiap hari, ya,ÔÇØ ujarnya Enny Nuryanti, Kasi Kesehatan Daerah Kerja Madinah.
Klinik tersebut memiliki sarana penunjang yang komprehensif guna mendukung pelayanan kesehatan secara menyeluruh bagi para tamu Allah. Sarana yang tersedia meliputi unit ambulans, ruang perawatan intensif, fasilitas rontgen, ultrasonografi (USG), serta ketersediaan obat-obatan di apotek internal.
Selain fasilitas mandiri, kerja sama strategis telah dijalin dengan institusi medis lokal seperti Saudi German Hospital, King Fahd Hospital, dan Al Madinah Hospital. Integrasi ini memastikan setiap jemaah mendapatkan akses perawatan profesional sesuai dengan diagnosa medis yang diderita.
Enny Nuryanti juga memberikan perhatian khusus pada ancaman cuaca panas yang berpotensi memicu gangguan kesehatan serius pada jemaah. Ia mengamati adanya kecenderungan jemaah yang enggan mengonsumsi cairan secara cukup karena alasan praktis terkait frekuensi ke toilet.
ÔÇ£Kadang jemaah tidak mau minum karena takut sering ke kamar kecil, justru itu bisa meningkatkan risiko dehidrasi,ÔÇØ jelas Enny Nuryanti, Kasi Kesehatan Daerah Kerja Madinah.
Petugas kesehatan menyarankan agar para jemaah menerapkan pola konsumsi air dengan frekuensi sering namun dalam volume kecil secara rutin. Edukasi ini terus digalakkan untuk meminimalisir risiko dehidrasi yang sering muncul di tengah cuaca ekstrem selama rangkaian prosesi ibadah berlangsung.