Arab Saudi Terapkan Layanan Digital dan Penitipan Anak Haji 2026

Arab Saudi Terapkan Layanan Digital dan Penitipan Anak Haji 2026
Foto: Ilustrasi Arab Saudi Terapkan Layanan Digital dan Penitipan Anak Haji 2026.

Pemerintah Arab Saudi melalui Kementerian Sumber Daya Manusia dan Pengembangan Sosial mulai mengoperasikan berbagai layanan terbaru berbasis teknologi dan sosial untuk musim Haji 2026. Inovasi ini bertujuan meningkatkan aspek keselamatan, kenyamanan, serta pengorganisasian bagi jutaan jemaah di tanah suci.

Integrasi teknologi modern dan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi pilar utama dalam pembaruan layanan tahun ini. Dilansir dari Cahaya, otoritas setempat fokus pada kesiapan lapangan untuk menyambut jemaah dengan standar pelayanan internasional sesuai peta jalan Saudi Vision 2030.

Asisten Menteri SDM dan Pengembangan Sosial, Ismail bin Saeed Al-Ghamdi, menegaskan bahwa seluruh aspek persiapan telah matang sejak tahap awal. Penyiapan tenaga kerja nasional yang kompeten menjadi salah satu poin krusial dalam operasional di Makkah dan Madinah.

Pemerintah juga memperkenalkan sistem pemantauan kepadatan tawaf secara real-time melalui platform digital resmi. Jemaah kini dapat melihat indikator warna sederhana untuk mengetahui tingkat keramaian di area KaÔÇÖbah dan jalur Sa'i antara Shafa dan Marwah sebelum melaksanakan ibadah.

Selain aspek teknis, Arab Saudi menyediakan fasilitas penitipan anak di Makkah dan Madinah untuk pertama kalinya. Layanan ini dirancang bagi anak-anak jemaah maupun pekerja agar orang tua dapat fokus beribadah dalam lingkungan yang aman dan terjaga.

Dukungan bagi jemaah berkebutuhan khusus dan lansia diperkuat melalui aplikasi pintar yang menyediakan penerjemah bahasa isyarat serta bantuan visual. Program relawan bernama Anwart turut diluncurkan untuk memberikan bimbingan langsung dan pendampingan navigasi di area suci.

Sektor ketenagakerjaan musiman juga mendapat perhatian melalui platform Ajeer yang menghubungkan penyedia layanan dengan pencari kerja secara digital. Pemerintah melakukan inspeksi intensif guna memastikan seluruh tenaga kerja mematuhi regulasi serta menjaga profesionalisme selama musim haji berlangsung.

Otoritas juga menggiatkan kampanye multibahasa untuk mengedukasi jemaah mengenai larangan mengemis dan pentingnya menyalurkan donasi hanya melalui kanal resmi. Langkah ini diambil untuk menjaga ketertiban serta mencegah praktik ilegal di kawasan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Artikel terkait

Rekomendasi