Kisah Haru Latifa Syafvina Putri Jadi Jemaah Haji Termuda Asal Padang

Kisah Haru Latifa Syafvina Putri Jadi Jemaah Haji Termuda Asal Padang
Foto: Ilustrasi Kisah Haru Latifa Syafvina Putri Jadi Jemaah Haji Termuda Asal Padang.

Seorang remaja dari Kota Padang bernama Latifa Syafvina Putri Zuhrizal mengundang perhatian setelah dipastikan berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 1447 Hijriah. Dilansir dari Kompas, gadis yang akrab disapa Lala ini menunaikan ibadah haji di usia 15 tahun.

Keberangkatan Lala merupakan bagian dari kisah haru pasca kehilangan ayahnya, Zuhrizal, yang wafat pada 2021. Sang ayah awalnya dijadwalkan berangkat haji bersama sang istri pada 2023, namun takdir berkata lain sebelum rencana itu terwujud.

Keluarga sempat berupaya mengalihkan kuota haji almarhum kepada Lala pada tahun 2023. Namun, kendala usia minimal membuat rencana tersebut harus tertunda selama dua tahun hingga regulasi memungkinkan.

Kesempatan bagi Lala terbuka berkat pemberlakuan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025. Aturan terbaru dari Kementerian Haji dan Umrah kini memperbolehkan penggantian calon jemaah dengan batas usia minimal 13 tahun.

"Dulu, pada 2023 memang sempat ingin naik haji, tapi waktu itu umur saya belum cukup," kata Lala dikutip dari Kompas.

Berdasarkan kebijakan tersebut, remaja ini tercatat memegang dua status penting dalam musim haji 2026. Ia resmi menjadi calon haji kloter pertama asal Padang sekaligus jemaah paling muda dari wilayah Sumatera Barat.

Persiapan Fisik dan Mental Jemaah Muda

Meskipun merasa bersyukur atas kesempatan besar ini, Lala mengakui adanya pergulatan emosi yang mendalam. Ia sering membayangkan kehadiran ayahnya yang seharusnya mendampingi sang ibu di momen suci tersebut.

"Aku bersyukur diberikan kesempatan sebesar ini sama Allah," ucapnya.

Dalam persiapannya, Lala tidak hanya mengandalkan semangat muda, tetapi juga latihan fisik rutin seperti joging bersama ibunya. Ia juga memanfaatkan teknologi digital untuk memperdalam pemahaman mengenai manasik haji.

"Aku juga banyak mencari informasi tentang ibadah haji melalui sosial media. Jadi, lumayan mendapatkan pemahaman sebelum berangkat," ujarnya.

Terkait situasi geopolitik di Timur Tengah, Lala menyatakan tetap teguh pada niatnya. Ia meyakini bahwa perlindungan Tuhan akan menyertai setiap jemaah yang telah dipanggil untuk bertamu ke Baitullah.

"Ya, aku sempat khawatir. Tapi menurut aku haji ini kan panggilan dari Allah, jadi aku yakin Allah sudah mengatur semuanya," kata dia.

Pentingnya Mendaftar Haji Sejak Dini

Lala mengajak sesama generasi muda untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan beribadah selagi fisik masih kuat. Menurutnya, pemanfaatan waktu muda untuk berhaji adalah hal yang harus diprioritaskan jika fasilitasnya tersedia.

"Kalau misalnya ada kesempatan untuk berangkat haji selagi muda, manfaatkanlah sebaik mungkin," ucapnya.

Harry Alexander selaku anggota Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) memberikan data tambahan mengenai kondisi antrean haji saat ini. Ia menekankan bahwa faktor fisik sangat krusial karena mayoritas pendaftar baru berangkat saat usia senja.

  • Sebanyak 75 persen pendaftar haji tercatat berusia di atas 40 tahun.
  • Masa tunggu keberangkatan secara rata-rata mencapai 26 tahun.
  • Banyak jemaah yang baru bisa berangkat saat usia mendekati 70 tahun.

Kepala Kanwil Kemenhaj Sumbar, M Rifki, menyatakan bahwa seluruh persyaratan administratif untuk keberangkatan Latifa telah terpenuhi. Hal ini mengonfirmasi kesiapan sang remaja untuk mewakili generasi muda Ranah Minang di tanah suci.

Artikel terkait

Rekomendasi