Lari Pagi vs Sore: Mana Lebih Efektif? Cek Hasil Riset Terbaru 2026 yang Mengejutkan

Lari Pagi vs Sore: Mana Lebih Efektif? Cek Hasil Riset Terbaru 2026 yang Mengejutkan
Foto: Lari Pagi vs Sore: Mana Lebih Efektif? Cek Hasil Riset Terbaru 2026 yang Mengejutkan. (Illustration by Pexels)

Olahraga lari merupakan aktivitas fisik yang fleksibel karena bisa dilakukan kapan saja, baik itu pagi hari sebelum beraktivitas maupun sore hari setelah pekerjaan tuntas. Meski keduanya sangat bermanfaat bagi kesehatan, masing-masing waktu memiliki keunggulan spesifik yang berbeda bagi tubuh.

Perbedaan manfaat antara lari pagi dan lari sore pada dasarnya sangat dipengaruhi oleh ritme sirkadian atau jam biologis tubuh manusia. Faktor lain seperti suhu inti tubuh, perubahan hormon, metabolisme, hingga target pribadi juga ikut menentukan efektivitas olahraga tersebut.

Keunggulan Melakukan Lari di Pagi Hari

Bagi banyak orang, memulai hari dengan berlari memberikan kepuasan tersendiri dan dampak positif jangka panjang. Berikut adalah beberapa manfaat utama yang bisa Anda dapatkan dengan rutin lari pagi:

Daftar keuntungan berolahraga lari saat pagi hari :

  • Membangun Kedisiplinan dan Kebiasaan: Lari pagi jauh lebih mudah untuk dijadikan rutinitas tetap karena dilakukan sebelum gangguan aktivitas harian muncul. Kecil kemungkinan sesi olahraga batal akibat rapat mendadak atau tumpukan pekerjaan yang baru muncul di siang hari.
  • Meningkatkan Kualitas Tidur Malam: Paparan sinar matahari pagi saat berlari membantu tubuh mengatur ritme sirkadian dengan lebih baik. Hal ini membuat tubuh lebih mudah membedakan kapan waktunya untuk aktif bekerja dan kapan saatnya beristirahat total saat malam tiba.
  • Optimalisasi Pembakaran Lemak: Aktivitas lari saat pagi hari, terutama dalam kondisi perut kosong sebelum sarapan, sering kali dikaitkan dengan pembakaran lemak yang lebih efektif. Tubuh dipacu untuk menggunakan cadangan energi dari lemak sebagai bahan bakar utama.
  • Menjaga Suasana Hati dan Fokus: Pelepasan endorfin atau hormon bahagia saat berlari membuat pikiran lebih segar dan tenang. Kondisi ini membantu Anda tetap fokus dan memiliki energi yang lebih stabil sepanjang hari.

Terkait pembakaran lemak, sebuah riset yang dimuat dalam jurnal PLOS One menunjukkan hasil yang signifikan mengenai olahraga sebelum sarapan. Penelitian tersebut mencatat bahwa aktivitas fisik sebelum makan pagi mampu meningkatkan proses oksidasi lemak selama 24 jam penuh.

Berdasarkan data studi tersebut, kelompok yang berolahraga sebelum sarapan membakar lemak sekitar 519±37 kilokalori per hari. Angka ini jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan kondisi tanpa olahraga yang hanya mencapai sekitar 400±41 kilokalori saja.

Manfaat Berlari di Sore Hari untuk Performa

Jika pagi hari lebih fokus pada rutinitas dan metabolisme, maka lari sore menawarkan keunggulan dari sisi kekuatan fisik. Bagi Anda yang mengejar performa atletik, waktu sore hingga menjelang malam sering kali dianggap sebagai periode emas.

Beberapa poin keunggulan lari pada sore hari :

  • Performa Fisik yang Lebih Maksimal: Memasuki sore hari, suhu tubuh cenderung meningkat dan otot-otot sudah lebih fleksibel karena telah bergerak sepanjang hari. Kondisi ini membuat tubuh berada dalam kondisi prima untuk dipacu lebih keras.
  • Sangat Cocok untuk Latihan Intensitas Tinggi: Karena tubuh sudah benar-benar terjaga, lari sore sangat ideal untuk latihan seperti interval training atau tempo run. Sendi dan otot yang sudah panas mengurangi risiko cedera saat melakukan gerakan cepat.
  • Media Relaksasi Setelah Bekerja: Lari sore berfungsi sebagai katarsis atau pelepas stres setelah menghadapi tekanan pekerjaan. Aktivitas ini memberikan jeda psikologis yang baik sebelum Anda pulang dan beristirahat bersama keluarga.
  • Efisiensi Penggunaan Energi: Tubuh manusia diketahui bekerja lebih efisien dalam mengolah energi pada waktu sore atau malam hari. Itulah sebabnya banyak pelari merasa beban lari terasa lebih ringan meski jarak yang ditempuh cukup jauh.

Informasi dari Mayo Clinic turut mendukung hal ini dengan menyatakan bahwa fungsi otot dan daya tahan tubuh manusia mencapai puncaknya pada sore hari. Hal ini mencakup kekuatan ledak otot yang lebih baik jika dibandingkan dengan kondisi saat baru bangun tidur di pagi hari.

Selain itu, sebuah studi dalam jurnal Scientific Reports menjelaskan bahwa performa dalam latihan intensitas tinggi memang sangat dipengaruhi oleh waktu. Faktor-faktor seperti hormon, suasana hati, dan sistem sirkadian otot bekerja secara harmonis untuk mendukung gerakan fisik yang lebih berat di penghujung hari.

Perbandingan Lari Pagi vs Lari Sore

Untuk memudahkan Anda memilih waktu yang paling tepat sesuai kebutuhan, berikut adalah ringkasan perbandingan antara keduanya.

Tabel perbandingan manfaat lari berdasarkan waktu :

Aspek Perbandingan Lari Pagi Lari Sore
Tujuan Utama Konsistensi & Diet Performa & Kecepatan
Manfaat Hormonal Meningkatkan Mood Melepas Stres
Kesiapan Otot Kaku (Perlu Pemanasan) Siap & Fleksibel
Efek Tidur Mempercepat Kantuk Relaksasi Mental

Tabel di atas menunjukkan bahwa pilihan waktu lari sangat bergantung pada apa yang ingin Anda capai dalam program kesehatan pribadi. Jika target Anda adalah menurunkan berat badan atau memperbaiki jadwal tidur yang berantakan, lari pagi adalah opsi yang paling disarankan.

Namun, jika Anda adalah seorang pelari yang ingin meningkatkan kecepatan (pace) atau kekuatan fisik, lari sore adalah waktu yang ideal. Pada saat tersebut, tubuh Anda secara biologis sudah berada dalam mode siap tempur untuk latihan yang menguras tenaga.

Kesimpulannya, hal yang paling krusial dalam berolahraga bukanlah soal memilih antara pagi atau sore secara kaku. Manfaat kesehatan yang nyata hanya akan didapatkan jika Anda bisa melakukannya secara konsisten dalam jangka panjang.

Pilihlah waktu yang paling realistis dan sesuai dengan jadwal harian Anda agar olahraga tidak menjadi beban, melainkan bagian dari gaya hidup. Konsistensi tetap menjadi kunci utama dalam menjaga kebugaran tubuh dan kesehatan mental setiap harinya.

Artikel terkait

Rekomendasi