Kemenhaj Larang Jemaah Haji Lakukan Ziarah Sebelum Fase Armuzna

Kemenhaj Larang Jemaah Haji Lakukan Ziarah Sebelum Fase Armuzna
Foto: Ilustrasi Kemenhaj Larang Jemaah Haji Lakukan Ziarah Sebelum Fase Armuzna.

Kementerian Haji dan Umrah RI secara resmi melarang jemaah haji Indonesia melakukan perjalanan ziarah atau city tour sebelum fase Armuzna pada Kamis (30/4/2026). Kebijakan untuk operasional haji 1447H/2026M ini bertujuan agar jemaah dapat menjaga kondisi fisik dan fokus pada persiapan puncak ibadah di Arafah, Mudzalifah, dan Mina.

Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor S-88/BN/2026 yang ditujukan kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah di seluruh Indonesia. Aturan ini ditetapkan langsung oleh Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj RI, Puji Raharjo, sebagaimana dilansir dari Nasional.

Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara, Abdul Basir, menegaskan bahwa surat tersebut menjadi acuan bagi Pembimbing Ibadah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) agar tidak menyelenggarakan ziarah sebelum puncak haji berakhir.

"Tujuannya untuk memastikan seluruh jemaah haji dalam kondisi baik, menjaga Kesehatan, dan memusatka focus persiapannya pada pelaksaan wukuf serta rangkaian ibadah Armuzna," kata Abdul Basir di Madinah, Kamis (30/4/2026).

Berdasarkan edaran tersebut, KBIHU dilarang keras memfasilitasi perjalanan ke luar kota Madinah dan Mekkah sebelum fase Armuzna selesai. Fokus pendampingan jemaah harus dialihkan pada penguatan aspek fisik, mental, serta spiritual demi kelancaran rangkaian ibadah inti.

"Ketiga, setiap pergerakan Jemaah wajib dilaporkan dan dikoordinasikan secara penuh dengan PPIH kloter, bidang, seksi perlindungan Jemaah, dan sector," kata Abdul Basir.

Memasuki hari kesepuluh operasional, data menunjukkan sebanyak 54.604 jemaah yang tergabung dalam 138 kloter telah diberangkatkan. Dari jumlah tersebut, 132 kloter dengan total 52.343 jemaah sudah tiba di Madinah dan menempati akomodasi hotel yang disediakan.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Suci Annisa, menginformasikan bahwa pergerakan jemaah dari Madinah menuju Mekah sudah mulai dilakukan hari ini.

"Mereka akan melakukan ibadah hingga masa puncak haji (Armuzna)," kata dia dalam Konferensi Pers Penyelenggaraan Ibadah Haji, Kamis (30/4/2026).

Hingga saat ini, tercatat lima jemaah haji meninggal dunia selama masa operasional. Sementara itu, 89 jemaah dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi dengan 49 orang di antaranya masih menjalani perawatan medis, dan lima jemaah lainnya dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia.

Artikel terkait

Rekomendasi