Perusahaan desain pameran Quadrant2Design yang berlokasi di Poole, Dorset, Inggris, resmi melarang seluruh karyawannya membawa serta membagikan kue ulang tahun di lingkungan kantor pada Jumat, 17 April 2026. Kebijakan ini diterapkan untuk meminimalisir risiko kesehatan terkait alergi makanan dan masalah keamanan pangan di tempat kerja.
Keputusan penghentian tradisi sosial tersebut diambil manajemen perusahaan sebagai respons atas meningkatnya risiko hukum dan masalah asuransi. Sebagaimana dilansir dari Wolipop, pihak perusahaan menilai makanan yang berasal dari sumber tidak jelas berpotensi melanggar kepatuhan standar keamanan yang berlaku bagi staf mereka.
Kebijakan baru ini mendapatkan respons negatif dari internal perusahaan yang menganggap aturan tersebut berlebihan bagi karyawan. Seorang karyawan yang tidak ingin identitasnya dipublikasikan menilai adanya ketidakkonsistenan karena manajemen tetap menyediakan konsumsi bagi tamu perusahaan.
"Yang membuatnya terasa janggal, perusahaan masih menyediakan makanan untuk klien dan tamu. Ini menimbulkan pertanyaan soal konsistensi dan penerapan aturan," ujar karyawan tersebut kepada Daily Express.
Selain pembatasan makanan, staf juga telah diingatkan oleh manajemen untuk tidak membawa anak-anak ke area kerja dengan alasan keselamatan. Situasi ini dinilai telah mengubah atmosfer sosial yang selama ini terbangun di antara para pekerja melalui perayaan sederhana.
"Langkah-langkah ini menggambarkan lingkungan kerja di mana tradisi sosial yang sudah lama ada, seperti membawa kue ulang tahun, perlahan dihapus karena kekhawatiran hukum," kata staf tersebut menjelaskan dampak kebijakan.
Karyawan itu pun mempertanyakan apakah batasan-batasan profesional saat ini sudah melampaui batas kewajaran dalam hubungan industrial. Keluhan tersebut didasari pada hilangnya momen kebersamaan yang biasanya dilakukan saat momen ulang tahun anggota tim.
"Ini menimbulkan pertanyaan yang lebih besar. Apakah aturan ketenagakerjaan saat ini sudah terlalu jauh?" lanjut karyawan tersebut.
Menanggapi keluhan staf, pendiri Quadrant2Design Alan Jenkins menyatakan bahwa langkah ini merupakan prosedur pencegahan yang rasional. Ia menyoroti masalah pelabelan bahan makanan luar negeri yang sering kali tidak mencantumkan informasi alergen secara mendetail.
"Semakin banyak orang memiliki alergi, dan terkadang tidak semua orang mengungkapkannya kepada perusahaan atau rekan kerja," jelas Alan.
Alan menekankan bahwa keselamatan jiwa karyawan menjadi prioritas utama dibandingkan sekadar mempertahankan tradisi membawa kudapan dari luar. Menurutnya, potensi risiko dari bahan berbahaya seperti kacang yang tidak terdeteksi jauh lebih besar daripada manfaat sosial yang didapat.
"Memberikan izin untuk berbagi makanan dari sumber yang tidak jelas merupakan risiko yang tidak ingin kami ambil. Ini bukan soal aturan berlebihan, tapi respons yang terukur terhadap risiko yang ada," pungkas Alan.