Poniti yang berusia 96 tahun tercatat sebagai calon jemaah haji tertua asal Kota Malang yang akan berangkat ke tanah suci pada musim haji tahun 2026. Warga kawasan Kidal, Kabupaten Malang ini dijadwalkan berangkat bersama suaminya, Supandri, setelah menanti keberangkatan selama beberapa tahun.
Kesempatan untuk menunaikan rukun Islam kelima ini didapatkan melalui hasil kerja keras Poniti sebagai pedagang singkong dan sayur di pasar. Dilansir dari Kompas, pasangan suami istri ini akhirnya berhasil mendaftarkan diri sebagai calon haji pada tahun 2020 lalu.
Anak Poniti, Muhammad Zuhdi menjelaskan bahwa keinginan orang tuanya untuk berhaji sudah ada sejak lama, namun terkendala faktor ekonomi. Uang pendaftaran dikumpulkan sedikit demi sedikit dari keuntungan harian berdagang sayur sebelum akhirnya didaftarkan secara resmi.
"Sebenernya sudah lama, tapi kayak tidak mungkin karena buat makan saja susah jadi mana mungkin bisa berangkat haji." kata Zuhdi.
Percepatan keberangkatan Poniti dan Supandri terjadi karena regulasi yang memprioritaskan jemaah lanjut usia. Zuhdi menyebutkan bahwa tanpa status lansia, masa tunggu keberangkatan orang tuanya diprediksi akan memakan waktu jauh lebih lama dibandingkan jadwal saat ini.
Dalam mempersiapkan keberangkatan, Poniti fokus menjaga stamina tubuh dengan rutin berolahraga ringan. Setiap pukul 03.00 pagi, ia terbiasa berjalan kaki di sekitar tempat tinggalnya agar fisiknya siap menghadapi rangkaian ibadah di tanah suci.
"Pagi pagi jam 3 jalan kesana sampai sana empat kali capek istirahat sampai ada tarhim salat subuh, salat subuh, yang ini ngajak terus saya tidak mau karena capek." kata Poniti.
Pihak keluarga memberikan bantuan penuh dalam mempersiapkan segala perlengkapan yang diperlukan sebelum jadwal keberangkatan tiba. Mereka berharap pasangan lansia ini dapat menjalankan seluruh prosesi ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dengan selamat.