Mardijiyono Karto Sentono, warga Randusari-Karanganom, Piyungan, Bantul, ditetapkan sebagai calon jemaah haji tertua dari Daerah Istimewa Yogyakarta untuk musim haji 2026. Pria berusia 103 tahun tersebut dijadwalkan terbang menuju Arab Saudi pada 1 Mei 2026 mendatang dilansir dari Cahaya.
Kondisi fisik Mardijiyono saat ini masih memerlukan bantuan alat bantu jalan setelah sempat terjatuh di kediaman anaknya di Jakarta. Meskipun mengalami kendala pendengaran dan mobilitas, semangatnya untuk menunaikan rukun Islam kelima tetap terjaga di usia yang telah melampaui satu abad.
Dewi Rusmala, cucu dari Mardijiyono, mengungkapkan bahwa kakeknya akan berangkat tanpa pendampingan langsung dari anggota keluarga. Faktor kesehatan kaki menjadi perhatian utama pihak keluarga setelah sebelumnya sempat disarankan untuk menjalani tindakan operasi oleh tim medis.
"Mbah kan kakinya sakit karena sempat jatuh waktu lagi di rumah anaknya yang ada di Jakarta," ucap Dewi Rusmala, Cucu Mardijiyono.
Pihak keluarga akhirnya memutuskan untuk mengambil jalur pengobatan alternatif demi mempercepat proses pemulihan sebelum jadwal keberangkatan. Dewi menyebutkan bahwa saat ini kondisi sang kakek terus menunjukkan tren positif meskipun masih harus mengandalkan kruk atau walker.
"Mbah putri enggak mau (ikut berangkat haji). Katanya Mbah Kakung saja yang berangkat. Waktu itu karena mungkin Mbah Putri sudah tidak sehat juga, sudah sakit-sakitan, tapi Mbah Kakung masih sehat," jelas Dewi Rusmala, Cucu Mardijiyono.
Wasiat mendiang istri pada akhir 2019 menjadi alasan kuat Mardijiyono mendaftarkan diri pada tahun 2020. Penjualan aset berupa ternak sapi senilai Rp10 juta dilakukan untuk memenuhi kekurangan biaya pendaftaran kursi haji saat itu.
"Waktu pendaftaran itu sempat jual sapi sekitar Rp10 juta. Terus kekurangannya berhasil ditambahin, jadi dapat kursi. Karena Mbah kan, dulu selain jadi petani juga beternak sapi. Tapi Mbah itu melihara sapi bareng dengan teman-temannya," ucap Dewi Rusmala, Cucu Mardijiyono.
Awalnya, Mardijiyono dijadwalkan berangkat pada tahun 2045, namun ia mendapatkan prioritas kuota lansia sehingga keberangkatannya maju ke tahun 2026. Seluruh persiapan dokumen, pemeriksaan kesehatan, hingga bimbingan manasik telah dilakukan dengan bantuan delapan anaknya.
"Persiapan Mbah terkait check-up dan sebagainya sudah dilakukan. Jadi, hanya keterbatasan jalan saja. Mbah juga sudah hafal ayat-ayat juga, karena tahun 2023 itu Mbah Mardijiyono sudah sempat melaksanakan ibadah umroh," ujar Dewi Rusmala, Cucu Mardijiyono.
Keluarga juga telah menyiapkan perlengkapan khusus seperti popok dewasa dan alas kaki yang nyaman untuk perjalanan jauh. Harapan besar disematkan agar kakek mereka dapat menjalani seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci dan kembali ke Tanah Air dengan selamat.
"Ya semoga Mbah Kakung bisa melaksanakan ibadah haji dengan lancar, selamat, dan kembali ke Tanah Air sebagai haji mabrur," harap Dewi Rusmala, Cucu Mardijiyono.
Di sisi lain, Mardijiyono menyatakan rasa syukurnya dapat segera berangkat menuju Tanah Suci tahun ini. Ia mengaku pasrah dan fokus pada doa yang akan dipanjatkan selama berada di Arab Saudi nanti.
"Ya seneng wae (ya senang saja). Ya nanti doa apa saja yang penting didoa," tutur Mardijiyono Karto Sentono, Calon Jemaah Haji.