Laba Sentul City BKSL Melesat 5.878 Persen Menjadi Rp 832,86 Miliar

Laba Sentul City BKSL Melesat 5.878 Persen Menjadi Rp 832,86 Miliar
Foto: Ilustrasi Laba Sentul City BKSL Melesat 5.878 Persen Menjadi Rp 832,86 Miliar.

PT Sentul City Tbk (BKSL) membukukan performa keuangan yang impresif dengan kenaikan laba tahun berjalan mencapai 5.878 persen pada tahun 2025. Perolehan tersebut melonjak drastis menjadi Rp 832,86 miliar dari posisi sebelumnya yang hanya sebesar Rp 13,93 miliar.

Dikutip dari Investortrust, lompatan laba bersih ini dipicu oleh pertumbuhan pendapatan perseroan yang sangat pesat. BKSL berhasil mengantongi pendapatan sebesar Rp 2,76 triliun pada 2025, naik signifikan dari capaian tahun 2024 yang senilai Rp 744,07 miliar.

Sejalan dengan kenaikan pendapatan, laba bruto perseroan turut mengalami peningkatan menjadi Rp 1,57 triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan besar dibandingkan dengan laba bruto tahun sebelumnya yang tercatat senilai Rp 370,65 miliar.

Laba usaha BKSL juga tercatat menguat tajam di angka Rp 1,05 triliun pada tahun 2025. Sebagai perbandingan, pada periode tahun 2024, perusahaan properti ini hanya mengantongi laba usaha sebesar Rp 23,79 miliar.

Keberhasilan ini didukung oleh optimalisasi pendapatan serta pengelolaan beban operasional yang tetap terjaga. Perseroan mencatat beban penjualan sebesar Rp 75,34 miliar dan beban umum serta administrasi mencapai Rp 225,47 miliar.

Selain itu, terdapat beban operasional lainnya senilai Rp 196,38 miliar serta pendapatan operasi lainnya yang tercatat sebesar Rp 41,11 miliar. Di sisi non-operasional, BKSL meraih keuntungan dari penilaian properti investasi sebesar Rp 51,34 miliar.

Pendapatan keuangan perusahaan juga mengalami pertumbuhan menjadi Rp 11,55 miliar. Namun, perseroan masih menanggung beban keuangan yang tercatat sebesar Rp 249,98 miliar pada periode yang sama.

Kinerja positif ini membawa laba sebelum pajak penghasilan ke posisi Rp 842,65 miliar, melesat jauh dari Rp 18,22 miliar pada tahun lalu. Setelah dikurangi pajak bersih Rp 9,79 miliar, laba neto tahun berjalan tetap kokoh di angka Rp 832,86 miliar.

Kondisi ini memberikan dampak langsung pada laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk BKSL yang mencapai Rp 830,29 miliar. Sebelumnya, nilai tersebut berada di posisi Rp 17,35 miliar pada 2024.

Secara fundamental, kenaikan kinerja keuangan ini juga tercermin pada nilai laba per saham dasar perusahaan. Laba per saham BKSL melonjak signifikan dari Rp 0,10 menjadi Rp 4,95 per saham.

Artikel terkait

Rekomendasi