PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) mengantongi kenaikan laba tahun berjalan sebesar 34 persen menjadi US$ 100,51 juta sepanjang tahun 2025. Dilansir dari Investortrust, pertumbuhan laba ini terjadi di tengah penurunan beban pokok pendapatan perseroan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Realisasi laba tersebut meningkat dari capaian tahun 2024 yang sebesar US$ 79,50 juta. Meskipun pendapatan terkoreksi menjadi US$ 1,43 miliar dari sebelumnya US$ 1,84 miliar, MBMA berhasil menekan beban pokok pendapatan dari US$ 1,72 miliar menjadi US$ 1,26 miliar.
Penurunan pendapatan sebesar US$ 453 juta dipicu oleh penjualan High Grade Nickel Matte (HGNM) karena perusahaan sempat mengalihkan fokus pada operasi Nickel Pig Iron (NPI) yang memiliki margin lebih tinggi. Namun, operasional HGNM kembali pulih sejak Oktober 2025.
Volume penjualan NPI juga menyusut dengan dampak nilai sebesar US$ 110 juta akibat adanya pemeliharaan rutin pada dua pabrik RKEF. Kendati demikian, kinerja tersebut terbantu oleh peningkatan penjualan bijih limonit dari tambang SCM senilai US$ 75 juta.
Memasuki tahun 2026, manajemen menetapkan target produksi NPI pada rentang 70.000 hingga 80.000 ton. Perusahaan memproyeksikan biaya tunai tetap berada di bawah US$ 10.500 per ton seiring dengan optimasi pasokan saprolit dari tambang SCM.
Target produksi untuk komoditas HGNM dipatok pada angka 44.000 hingga 48.000 ton untuk tahun 2026. Sementara itu, pengiriman bijih saprolit ditargetkan mencapai 8,0 hingga 10,0 juta wmt dan bijih limonit sebesar 20,0 hingga 25,0 juta wmt.
Pada sisi pengembangan proyek, fasilitas baru di tambang SCM telah beroperasi sejak kuartal IV-2025. Selain itu, konstruksi pabrik HPAL pada proyek PT SLNC telah mencapai progres 83 persen, yang didanai melalui kombinasi ekuitas dan pinjaman perbankan.