Sektor pakan ternak mencatatkan pemulihan performa yang signifikan sepanjang kuartal pertama tahun 2026.
Dikutip dari Investasi, peningkatan keuntungan sejumlah perusahaan di industri ini didorong oleh stabilitas harga unggas, efisiensi kerja, serta lonjakan permintaan ayam dan day old chick (DOC).
Kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah juga diproyeksikan menjadi pendorong tambahan bagi penyerapan protein hewani dalam jangka menengah.
PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) membukukan keuntungan yang melampaui perkiraan pelaku pasar modal.
Perusahaan berhasil mengantongi laba bersih senilai Rp 2,63 triliun, tumbuh 15,5% secara year on year (YoY) dan naik 16% dari kuartal sebelumnya.
Hampir seluruh lini bisnis mengalami pertumbuhan volume penjualan, terutama segmen DOC yang melonjak 32% YoY, disusul pakan sebesar 8%, dan ayam broiler 5%.
Margin operasional mayoritas segmen usaha terpantau meningkat, meskipun sektor pakan mengalami sedikit tekanan.
Kehadiran program MBG dinilai mampu menjaga stabilitas permintaan struktural saat harga ayam berpotensi turun setelah masa Lebaran.
Pertumbuhan volume operasional CPIN diproyeksikan konsisten berada di level 10% sepanjang tahun ini.
Pendapatan JPFA Tumbuh Dua Digit
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) juga mencatatkan kinerja keuangan yang positif pada periode tiga bulan pertama tahun ini.
Pendapatan bersih perusahaan melonjak 23,6% YoY menjadi Rp 17,71 triliun, sementara laba bersih melesat hingga 166,9% YoY mencapai Rp 1,82 triliun.
Kondisi industri perunggasan saat ini dinilai lebih sehat berkat daya beli masyarakat yang terjaga seiring meredanya inflasi.
Harga DOC dan ayam hidup kini mulai merangkak naik dari level terendah yang sempat terjadi pada pertengahan tahun 2025.
JPFA menargetkan pendapatan dapat berlipat ganda dalam kurun waktu lima tahun ke depan dengan proyeksi pertumbuhan laba bersih berkisar 10% hingga 15% per tahun.