PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) menunjukkan efisiensi operasional yang tinggi menjelang aksi korporasi besar. Emiten penyedia infrastruktur telekomunikasi ini mencatatkan lonjakan laba bersih secara signifikan pada kuartal pertama tahun 2026.
Dikutip dari Investortrust, perusahaan yang menjadi kekuatan utama dalam jaringan infrastruktur serat optik di Indonesia ini mengantongi pertumbuhan pendapatan sekaligus laba bersih yang kuat. Performa finansial tersebut menjadi modal penting bagi MORA yang sedang bersiap melakukan merger dengan MyRepublic Indonesia.
Langkah penggabungan usaha ini merupakan bagian dari konsolidasi besar-besaran aset digital milik Sinarmas Group, yang berada di bawah naungan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA). Integrasi ini mempertemukan jaringan kabel utama milik MORA dengan jangkauan konsumen akhir milik MyRepublic.
Pendapatan MORA meningkat menjadi Rp 962,6 miliar ($60,5 juta) pada periode yang berakhir 31 Maret, dari posisi Rp 895,4 billion pada kuartal yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini mendorong keuntungan bersih perusahaan melonjak 28,4 persen menjadi Rp 142,6 miliar ($8,9 juta) dari Rp 111,03 miliar secara tahunan.
Di sisi lain, beban operasional perusahaan dapat ditekan hingga bergerak stabil di angka Rp 307,07... miliar ($19,3 juta). Kedisiplinan anggaran ini berhasil mengerek laba operasi perusahaan menjadi Rp 285,4 miliar ($17,9 juta) dari capaian periode tahun lalu sebesar Rp 267,2 miliar.
Aksi merger yang telah mengantongi izin dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) ini diproyeksikan untuk memperluas jejak digital di Indonesia. Manajemen menilai kolaborasi ini sejalan dengan agenda pemerintah untuk memeratakan akses digital di berbagai wilayah kepulauan.
"This merger is a strategic step to create both financial and sustainable operational synergies," kata tim manajemen Moratelindo dalam rilis kinerja pada Rabu (4/22/2026), setelah pengumuman awal pada Jumat (3/27/2026).
Entitas gabungan baru ini diharapkan mampu membuka potensi nilai yang masif melalui optimalisasi biaya operasional. Manajemen menambahkan bahwa efisiensi belanja modal dan maksimalisasi kapasitas aset jaringan kedua perusahaan akan mencakup seluruh jalur dari jaringan utama hingga ke konsumen.