PT Medela Potentia Tbk (MDLA) melaporkan pencapaian kinerja keuangan yang kuat selama tahun buku 2025 dengan mengantongi laba bersih mencapai Rp 398,1 miliar. Dilansir dari Investortrust, angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 16% dibandingkan periode tahun sebelumnya.
Kenaikan laba bersih ini didorong oleh performa pendapatan perusahaan yang mengalami peningkatan dari Rp 14,56 triliun menjadi Rp 14,89 triliun pada akhir 2025. Sejalan dengan itu, laba usaha MDLA juga terkerek naik dari Rp 466,32 miliar menjadi Rp 497,26 miliar.
Data laporan keuangan menunjukkan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat senilai Rp 392,13 miliar. Adapun nilai laba per saham perusahaan berada pada posisi Rp 30,17.
Direktur Utama Medela Potentia (MDLA), Krestijanto Pandji, menjelaskan bahwa hasil ini menjadi bukti stabilitas fundamental bisnis yang dimiliki perseroan. Hal tersebut dicapai melalui penguatan sistem distribusi serta langkah optimalisasi pada lini operasional.
"Pertumbuhan laba bersih dua digit menjadi salah satu indikator positif kinerja perseroan sepanjang tahun 2025. Ke depan, perseroan akan tetap fokus menjaga stabilitas pertumbuhan melalui penguatan infrastruktur logistik dan optimalisasi portofolio bisnis,"kata Krestijanto Pandji dalam keterangannya.
Selama tahun 2025, emiten berkode saham MDLA ini secara aktif memperluas portofolio bisnisnya dengan menggandeng delapan prinsipal baru. Kerja sama ini mencakup dua prinsipal produk obat resep, dua prinsipal kesehatan konsumen, serta empat prinsipal alat kesehatan.
Langkah strategis ini diambil guna memperkaya solusi distribusi dan memperkuat posisi tawar perusahaan di industri kesehatan nasional. Selain penambahan produk, MDLA juga fokus pada penguatan kapasitas logistik di area operasional utama.
Perseroan telah merampungkan akuisisi National Distribution Center (NDC) 1 di Kawasan Industri Jababeka II, Cikarang. Fasilitas seluas 10.000 meter persegi dengan kapasitas 13.525 pallet ini sebelumnya dikelola dengan sistem sewa dari perusahaan afiliasi.
Pengembangan Jaringan Distribusi Regional
MDLA juga mengamankan lahan seluas 2,7 hektar di Kawasan Industri Jababeka I untuk pembangunan NDC 2 yang akan dikelola oleh PT Anugrah Argon Medica. Proyek ekspansi ini bertujuan meningkatkan kecepatan layanan serta kapasitas pergudangan perusahaan.
Di wilayah Sumatera, pembangunan kantor cabang dan warehouse PT Anugrah Argon Medica di Medan terus dikebut. Proyek infrastruktur distribusi ini diproyeksikan selesai dan mulai beroperasi pada akhir tahun 2026.
Kinerja Lini Bisnis Digital dan Alat Kesehatan
Lini bisnis alat kesehatan MDLA melalui anak usahanya, PT Deca Metric Medica (DMM), mulai merambah pasar mancanegara. Sejak Agustus 2025, perusahaan telah memulai ekspor produk kesehatan ke wilayah Kamboja dan Timor Leste.
Sementara itu, PT Djembatan Dua yang bergerak di bidang pemasaran alat kesehatan berhasil mencatatkan lonjakan penjualan hingga 50%. Pertumbuhan signifikan ini dipicu oleh peluncuran tiga SKU produk merek sendiri (own brand) yang memperkuat portofolio mereka.
Pada sektor teknologi, platform digital GoApotik menunjukkan performa yang tidak kalah impresif. Layanan ini mencatatkan kenaikan transaksi pelanggan sebesar 24% yang berujung pada pertumbuhan pendapatan sebesar 32% dibandingkan tahun lalu.