Enam perusahaan di bawah naungan Grup Prajogo Pangestu yang tercatat di Bursa Efek Indonesia berhasil mencatatkan kinerja keuangan solid dengan membukukan laba bersih positif pada triwulan pertama 2026. Laporan keuangan per Maret 2026 menunjukkan lima dari enam emiten tersebut mengalami kenaikan laba secara tahunan.
Data kinerja fundamental yang dilansir dari Market menunjukkan PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) memimpin lonjakan laba bersih sebesar 549,9 persen menjadi US$90,48 juta. Sementara itu, PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) berhasil mencatat pembalikan kinerja dari rugi bersih menjadi laba bersih senilai US$146,13 juta.
Emiten lainnya seperti PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) tumbuh 232,7 persen menjadi US$5,69 juta, disusul PT Petrosea Tbk. (PTRO) yang naik 50 persen menjadi US$1,38 juta. PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) juga menguat 25,6 persen menjadi US$43,01 juta, meski PT Petrosea Tbk. (CDIA) mengalami penurunan laba 70,2 persen menjadi US$8,4 juta.
Managing Director Research Samuel Sekuritas Indonesia Harry Su memberikan catatan bahwa pencapaian pada periode Januari hingga Maret 2026 ini merupakan bukti ketangguhan operasional grup menghadapi tekanan pasar. Fondasi yang kuat dinilai menjadi daya tarik utama bagi pemodal internasional.
"Hal ini memberikan kepercayaan kepada investor bahwa fundamental perusahaan tetap kuat. Kinerja yang positif dapat menarik kembali minat investor asing, khususnya bagi mereka yang mencari perusahaan dengan fundamental kokoh di tengah ketidakpastian pasar," kata Harry, Rabu (6/5/2026).
Meskipun harga komoditas global berisiko turun, Harry memproyeksikan tren pertumbuhan laba akan tetap terjaga. Strategi diversifikasi usaha yang dilakukan grup konglomerasi ini menjadi kunci dalam memitigasi dampak fluktuasi harga energi dan logam di pasar dunia.
"Namun, tantangan terbesar tetap ada pada ketergantungan terhadap siklus komoditas yang fluktuatif. Di sisi lain, peluang pertumbuhan dapat datang dari segmen-segmen yang kurang terpengaruh oleh volatilitas harga komoditas, seperti sektor infrastruktur dan properti," ujarnya.
Terkait pergerakan saham, emiten CUAN dan PTRO terpantau masih mengalami aksi jual bersih atau net sell oleh investor asing dalam pasar reguler sepanjang tahun berjalan. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh faktor teknikal kebijakan bursa serta sentimen eksternal dari indeks global.
"Investor perlu memerhatikan momentum pasar dan siklus komoditas dalam menentukan keputusan investasi," tandasnya.
| Emiten | Laba Bersih (US$) | Pertumbuhan (YoY) |
|---|---|---|
| BRPT | 90,48 Juta | +549,9% |
| TPIA | 146,13 Juta | Pembalikan Rugi |
| CUAN | 5,69 Juta | +232,7% |
| BREN | 43,01 Juta | +25,6% |
| PTRO | 1,38 Juta | +50% |
| CDIA | 8,4 Juta | -70,2% |