Laba Bersih Eagle High Plantations BWPT Melesat Dua Digit Awal 2026

Laba Bersih Eagle High Plantations BWPT Melesat Dua Digit Awal 2026
Foto: Ilustrasi Laba Bersih Eagle High Plantations BWPT Melesat Dua Digit Awal 2026.

PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) memulai tahun 2026 dengan capaian finansial yang kuat. Peningkatan fundamental operasional dan lonjakan volume penjualan mendorong laba bersih perusahaan milik Rajawali Corpora ini tumbuh hingga dua digit, seperti dikutip dari Investortrust.

Langkah strategis emiten perkebunan yang dipimpin miliarder Peter Sondakh ini berfokus pada efisiensi dan keberlanjutan margin tinggi. Langkah transformatif ke arah standar ESG (Environmental, Social, and Governance) turut mengubah profil risiko perusahaan di tengah ketatnya permintaan investor global.

Melalui sertifikasi RSPO pada mayoritas pabrik kelapa sawit dan inovasi teknologi karbon negatif, BWPT memosisikan diri sebagai pemain utama ESG di sektor minyak sawit. Strategi ini membuka akses pembiayaan hijau sekaligus melindungi perusahaan dari ketatnya regulasi deforestasi Uni Eropa.

Emiten perkebunan ini mencatatkan kenaikan pendapatan menjadi Rp 1,38 triliun atau setara 86,8 juta dolar AS pada tiga bulan pertama tahun ini. Angka tersebut meningkat dari periode yang sama tahun 2025 yang sebesar Rp 1,27 triliun.

Pertumbuhan pendapatan ini berdampak positif pada laba bersih periode berjalan yang melonjak menjadi Rp 84,95 giga atau sekitar 5,3 juta dolar AS. EBITDA perusahaan juga menunjukkan ketahanan dengan mencapai Rp 446 miliar atau 28 juta dolar AS, mencerminkan pertumbuhan dua digit.

Performa ini didorong oleh kenaikan volume penjualan yang melonjak dari 77.700 ton menjadi 85.000 ton atau tumbuh sebesar 9 persen. Pencapaian tersebut terjadi seiring langkah optimalisasi panen dan logistik rantai pasok yang dilakukan manajemen.

Sertifikasi Keberlanjutan RSPO

BWPT merealisasikan target dalam peta jalan hijau perusahaan dengan cepat. Pada 20 April 2026, anak usaha perusahaan, PT Adhyaksa Dharma Satya, secara resmi memperoleh sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).

Sertifikasi ini menjadi yang kelima bagi tujuh pabrik pengolahan kelapa sawit milik grup. Dengan demikian, 70 persen dari total kapasitas pemrosesan perusahaan kini telah diakui secara internasional sebagai produk berkelanjutan.

Pengakuan internasional tersebut menjadi lisensi operasional yang krusial bagi eksportir. Hal ini sangat penting untuk mempertahankan akses pasar ke wilayah global premium.

Konversi Limbah Menjadi Karbon Hijau

Di luar sektor pertanian konvensional, BWPT mulai merambah ke industri bioteknologi. Perusahaan menandatangani kesepakatan strategis dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengembangkan teknologi bio-pirolisis pada 16 April 2026.

Kemitraan tersebut bertujuan mengonversi limbah kelapa sawit dan sampah plastik menjadi bio-oil. Inisiatif ini juga memproduksi Green Carbon Black, sebuah alternatif berkelanjutan pengganti bahan pengisi berbasis minyak bumi yang digunakan dalam industri ban dan karet.

ÔÇ£Our focus is on strengthening productivity and efficiency while ensuring that the innovations we develop provide real added value,ÔÇØ BWPT President Director Henderi Djunaidi stated in Jakarta on Monday.

Henderi Djunaidi menambahkan bahwa perusahaan tetap berkomitmen menjaga stabilitas sosial. Saat ini, perusahaan bermitra dengan sekitar 7.000 petani swadaya melalui program plasma demi memastikan pertumbuhan inklusif di wilayah operasional.

Artikel terkait

Rekomendasi