PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) membukukan pertumbuhan kinerja keuangan yang solid pada kuartal I-2026. Capaian positif ini berhasil diraih meskipun perseroan tengah melaksanakan aktivitas pushback di tambang River Reef milik Citra Palu Mineral (CPM).
Dilansir dari Investortrust, emiten pertambangan ini mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 44,8 persen menjadi US$ 18 juta pada kuartal I-2026. Pada periode yang sama di tahun sebelumnya, perseroan mengantongi laba bersih senilai US$ 15 juta. Perolehan tersebut juga memperlihatkan pertumbuhan jika dibandingkan dengan realisasi kuartal IV-2025 yang mencapai US$ 12 juta.
Analis KB Valbury Sekuritas Ashalla Fitri Yuliana menilai kinerja solid ini membuat saham BRMS layak direkomendasikan beli dengan target harga Rp 1.060 per saham. Target harga tersebut mencerminkan potensi kenaikan sebesar 35,9 persen. Prospek ini ditopang oleh visibilitas pertumbuhan laba yang kuat serta potensi kenaikan harga komoditas emas.
Pertumbuhan laba bersih perseroan pada kuartal I-2026 terdorong oleh peningkatan pendapatan yang menyentuh angka US$ 69 juta. Nilai pendapatan ini meningkat 5,6 persen secara kuartalan (QoQ) dan naik 9,7 persen secara tahunan (YoY).
Lonjakan rata-rata harga jual (ASP) emas menjadi US$ 4.512 per ons menjadi pendorong utama kenaikan pendapatan, setelah meningkat 8,3 persen QoQ dan melonjak 60,6 persen YoY. Di sisi lain, volume penjualan emas tercatat sedikit menurun menjadi 14,8 ribu ons (koz) seiring adanya aktivitas pushback di tambang River Reef.
Katalis Pertumbuhan dan Prospek Produksi
KB Valbury Sekuritas menyebutkan bahwa peluang pertumbuhan kinerja keuangan perseroan ke depan didukung oleh sejumlah katalis. Salah satunya adalah penyelesaian aktivitas pushback di River Reef yang ditargetkan rampung pada Mei hingga Juni 2026.
Katalis lainnya berupa ekspansi kapasitas pabrik CIL pertama di Citra Palu Mineral dari 500 ton per hari (tpd) menjadi 2.000 tpd yang ditargetkan selesai pada Oktober 2026.
"Seiring ekspansi ini, produksi emas BRMS pada 2026 diproyeksikan mencapai 76 ribu ons, tumbuh 6,1% YoY. Proyek tambang bawah tanah yang ditargetkan rampung pada kuartal III-2027 juga diharapkan menghasilkan kadar emas lebih tinggi, yakni 3,5-4,9 gram per ton," tulisnya.
Pertumbuhan kinerja keuangan perseroan pada tahun ini juga akan disokong oleh prospek harga emas yang masih kuat. Asumsi harga emas kini direvisi ke kisaran US$ 4.800 hingga US$ 4.900 per ons untuk periode tahun 2026 sampai 2028. Rentang harga baru tersebut diperkirakan bakal mendorong pertumbuhan pendapatan dan laba secara signifikan.