Laba Bersih Autopedia Sukses Lestari Turun 42 Persen Kuartal I 2026

Laba Bersih Autopedia Sukses Lestari Turun 42 Persen Kuartal I 2026
Foto: Ilustrasi Laba Bersih Autopedia Sukses Lestari Turun 42 Persen Kuartal I 2026.

Penurunan laba bersih dialami oleh PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) sebesar 42,52% secara tahunan (yoy) pada kuartal I-2026. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Investortrust, perusahaan tersebut mengantongi laba bersih senilai Rp 7,07 miliar.

Koreksi keuntungan ini terjadi ketika perseroan sebenarnya mencatatkan pertumbuhan pendapatan. Pendapatan ASLC melonjak hingga 27% yoy menjadi Rp 283,6 mliar selama periode tiga bulan pertama tahun ini.

Sektor penjualan ritel mobil bekas melalui Caroline.id menjadi penopang utama kinerja pendapatan emiten tersebut. Lini bisnis ini membukukan pendapatan sebesar Rp 234,4 miliar dengan laba operasi mencapai Rp 2,6 miliar sepanjang Januari hingga Maret 2026.

Hasil penjualan Caroline.id ini memperlihatkan lonjakan 51% yoy dari periode yang sama pada tahun sebelumnya yang bernilai Rp 154,8 miliar. Pertumbuhan masif tersebut sekaligus mengantarkan unit bisnis ritel ini meraih laba operasi untuk pertama kalinya.

"Ini juga menjadi petunjuk bagi kami, bahwa perseroan telah berada di jalur yang tepat untuk mencapai visi menjadi omnichannel automotive marketplace paling terpercaya di Tanah Air," ujar Presiden Direktur Autopedia Sukses Lestari, Jany Candra, Selasa (28/4/2026).

Kondisi berbeda terjadi pada sektor lelang yang dikelola melalui JBA. Pendapatan dari bisnis lelang ini menyusut menjadi Rp 50,1 miliar, dari realisasi kuartal I-2025 yang sempat mencapai Rp 66,5 miliar.

Penyusutan performa JBA dipicu oleh keterbatasan pasokan mobil bekas pada awal tahun 2026. Kelangkaan ini merupakan efek domino dari melemahnya angka pembelian mobil baru sepanjang tahun 2025.

Faktor lain yang ikut menekan lini lelang adalah sikap super hati-hati dari lembaga pembiayaan seperti perbankan dan leasing di tengah situasi ekonomi yang tidak pasti. Kebijakan tersebut memicu penurunan volume penyaluran kredit kendaraan bermotor.

Dampaknya, jumlah kendaraan yang disita dan masuk ke proses lelang akibat kredit macet menjadi jauh berkurang.

"Peningkatan kehati-hatian lembaga pembiayaan dalam menyalurkan pinjaman membuat jumlah kredit kepemilikan mobil yang dicairkan menurun, dan tentu saja akibatnya semakin sedikit juga jumlah mobil yang ditarik untuk kemudian dilelang karena gagal bayar," tambah Jany.

Di luar bisnis ritel dan lelang, ASLC juga mendapatkan kontribusi dari sektor MotoGadai. Unit usaha gadai ini menyumbang pendapatan sebesar Rp 527,6 juta pada kuartal I-2026.

Artikel terkait

Rekomendasi