PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam berhasil mencatatkan performa keuangan yang impresif pada periode awal tahun 2026. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, emiten pertambangan ini membukukan laba bersih sebesar Rp3,66 triliun sepanjang kuartal I/2026.
Angka laba bersih tersebut mengalami kenaikan tajam hingga 58 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Seperti dikutip dari Market, pertumbuhan ini berdampak langsung pada laba bersih per saham dasar yang naik menjadi Rp141,77 dari posisi sebelumnya Rp88,69.
Sektor emas menjadi motor utama penggerak pendapatan perseroan dengan nilai penjualan mencapai Rp23,89 triliun. Kontribusi dari segmen logam mulia ini mendominasi hingga 81 persen dari total pendapatan bersih perusahaan.
Jika dibandingkan dengan kuartal I/2025, realisasi penjualan emas tersebut tumbuh 11 persen dari angka Rp21,61 triliun. Secara operasional, Antam berhasil memasarkan sebanyak 8.464 kilogram logam mulia atau setara 272.124 troy oz.
Secara keseluruhan, total penjualan bersih Antam terkerek naik 12 persen secara tahunan menjadi Rp29,32 triliun. Pasar dalam negeri menjadi tumpuan utama dengan menyerap Rp28,31 triliun atau setara 97 persen dari total omzet perseroan.
Direktur Utama Antam, Untung Budiharto, mengungkapkan bahwa pencapaian positif ini tidak lepas dari kebijakan strategis perusahaan di pasar lokal. Ia menyebut strategi pemasaran domestik yang adaptif dan inovatif menjadi faktor kunci keberhasilan tersebut.
"Implementasi strategi operasional yang tangguh, serta manajemen keuangan yang disiplin dan prudent telah mendorong penguatan kinerja secara berkelanjutan," ujar Untung dalam keterangan resminya.
Selain emas, segmen nikel juga memberikan kontribusi signifikan dengan nilai penjualan Rp4,47 triliun atau 15 persen dari total pendapatan. Sektor ini tumbuh 19 persen secara tahunan dengan dukungan volume produksi bijih nikel mencapai 3,88 juta wet metric ton (wmt).
Kinerja positif juga terlihat pada segmen bauksit dan alumina yang menyumbang Rp879,14 miliar, tumbuh 24 persen dibanding tahun lalu. Produksi bauksit tercatat sebanyak 628.785 wmt dan alumina mencapai 49.566 ton.
Kondisi Aset dan Fleksibilitas Keuangan
Hingga akhir Maret 2026, total aset Antam mengalami pertumbuhan sebesar 31 persen menjadi Rp63,30 triliun. Pertumbuhan aset ini berjalan selaras dengan peningkatan ekuitas perseroan yang naik 17 persen secara tahunan menjadi Rp40,41 triliun.
Posisi keuangan perusahaan juga terlihat semakin kokoh dengan saldo kas dan setara kas yang meningkat menjadi Rp9,04 triliun. Jumlah tersebut naik signifikan dari posisi periode tahun sebelumnya yang berada di angka Rp6,92 triliun.
Peningkatan cadangan kas ini memberikan fleksibilitas lebih bagi perseroan dalam mendukung berbagai kebutuhan operasional di masa mendatang. Penguatan struktur permodalan ini mempertegas posisi keuangan ANTM di tengah dinamika pasar pertambangan global.