Anggota Komisi I DPR RI Tubagus Hasanuddin mendesak peninjauan kembali kebijakan pelibatan TNI dalam program pembekalan bagi penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) pada Selasa (5/5/2026). Langkah ini dinilai perlu guna memastikan institusi negara bekerja sesuai fungsi pertahanan.
Politikus PDI-Perjuangan tersebut menyatakan bahwa setiap lembaga harus tetap berada pada koridor tugas pokoknya. Penegasan ini muncul sebagai respons atas penggunaan fasilitas militer dalam program Persiapan Keberangkatan (PK) bagi para calon intelektual tersebut.
"Pelibatan TNI dalam konteks ini perlu ditinjau ulang. Kita harus memastikan bahwa setiap institusi negara bekerja sesuai tugas pokok dan fungsinya," kata Hasanuddin dalam keterangan tertulisnya, Selasa (5/5/2026).
Purnawirawan berpangkat Mayor Jenderal TNI tersebut menekankan pentingnya kajian cermat agar kebijakan ini tidak menabrak aturan hukum. Hal ini sebagaimana dilansir dari Nasional mengenai urgensi menjaga profesionalisme prajurit sesuai Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025.
Hasanuddin berpendapat bahwa pengerahan personel militer untuk urusan di luar pertahanan berisiko mengikis kesiapsiagaan nasional. Menurutnya, fokus TNI tidak boleh terpecah oleh agenda-agenda non-militer yang terlalu sering dilakukan.
"Semakin sering TNI dilibatkan dalam urusan di luar pertahanan, dikhawatirkan akan berdampak pada konsistensi dan komitmen dalam menjalankan tugas utamanya," ujarnya.
Mantan petinggi TNI itu menambahkan bahwa orientasi pembekalan bagi penerima beasiswa seharusnya tetap pada jalur akademik. Penanaman karakter nasionalisme menurutnya bisa dilakukan melalui metode lain yang lebih relevan dengan ekosistem pendidikan tinggi.
"Kita perlu memastikan bahwa setiap program berjalan tepat sasaran, efektif, dan tetap dalam kerangka tata kelola yang baik," ungkapnya.
Program pembekalan ini dilaksanakan oleh TNI Angkatan Udara di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, sejak Senin (4/5/2026) hingga Sabtu (9/5/2026). Peserta jenjang S2 dan S3 mendapatkan materi kedisiplinan serta penguatan mental sebelum berangkat studi.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa tujuan utama menggandeng TNI adalah untuk mempertebal rasa cinta tanah air. Harapannya, para lulusan memiliki loyalitas tinggi untuk kembali berkontribusi bagi Indonesia.
"Jadi, utamanya itu, biar mentalnya kuat, cinta negara, dan bisa balik lagi ke sini dan menyumbang ilmunya di sini," ujar Purbaya dikutip dari Antara, Senin (4/5/2026).