Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) segera mengoperasikan KRI Canopus-936 untuk memperkuat kapasitas survei maritim nasional. Kapal survei terbaru ini dilaporkan sedang bersandar di Port Louis, Mauritius, pada Jumat (24/4/2026) dalam perjalanan menuju Indonesia setelah rampung dibangun di galangan kapal Jerman.
Dilansir dari Nasional, kapal ini memulai pelayaran perdananya dari Lemwerder, Jerman, sejak Sabtu (14/3/2026). Pengadaan unit ini merupakan hasil kolaborasi antara galangan domestik PT Palindo Marine dengan mitra teknologi asal Jerman, Abeking & Rasmussen, melalui masa pembangunan selama 36 bulan.
Danpushidrosal Laksamana Madya TNI Budi Purwanto menyampaikan bahwa modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) ini bertujuan meningkatkan akurasi pemetaan laut. Kehadiran teknologi yang lebih canggih diharapkan mampu mendukung keselamatan navigasi pelayaran serta operasional militer di seluruh wilayah perairan Indonesia.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Jerman, Abdul Kadir Jailani, memberikan penegasan mengenai nilai strategis kapal ini bagi kedaulatan wilayah laut. Pengoperasian sarana baru tersebut diproyeksikan memberikan kemandirian bagi Indonesia dalam mengelola data hidro-oseanografi secara berkelanjutan.
"Indonesia membutuhkan sarana survei laut berdaya jelajah samudra yang mampu beroperasi secara mandiri, berkelanjutan, dan presisi tinggi," ucap Abdul Kadir Jailani, Duta Besar Republik Indonesia untuk Jerman.
Pemerintah menyatakan bahwa pembangunan kapal ini juga menjadi bagian dari kebijakan imbal dagang dan konten lokal yang bertujuan memperkuat industri pertahanan dalam negeri. Selain aspek fisik, program ini mencakup transfer keahlian bagi tenaga kerja lokal di sektor pembuatan kapal kelas samudra.
"Transfer teknologi dan peningkatan kemampuan sumber daya manusia menjadi bagian dari proses yang diharapkan dapat memperkuat kemampuan galangan dalam negeri untuk membangun kapal berstandar ocean-going," ujar Abdul Kadir Jailani, Duta Besar Republik Indonesia untuk Jerman.
KRI Canopus-936 dirancang dengan spesifikasi yang memungkinkannya menjalankan misi ganda. Selain fungsi penelitian ilmiah, kapal ini juga berfungsi sebagai platform pendukung pengawasan maritim dan operasi militer selain perang.