Seorang penumpang bernama Sausan Sarifah menjalani perawatan intensif di RSUD Bekasi setelah menjadi korban kecelakaan antara kereta Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin (27/4/2026) malam.
Kondisi kesehatan korban dilaporkan mulai menunjukkan perkembangan positif usai mendapatkan tindakan medis pada Selasa (28/4/2026) malam. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Kompas, Sausan menderita luka robek pada bagian paha dan patah tulang pada lengan sebelah kiri.
Kakak korban, Nur Afifah, memberikan keterangan terkait penanganan medis yang telah diterima oleh adiknya tersebut di rumah sakit. Pihak keluarga terus memantau proses pemulihan pascaoperasi yang berlangsung selama beberapa jam.
"Adik saya saat ini kondisinya sudah lebih baik, paha yang robek sudah dijahit dan tangan sebelah kiri yang patah juga sudah dioperasi," ujarnya Nur Afifah, Kakak Korban.
Afifah menjelaskan bahwa adiknya baru saja menyelesaikan prosedur operasi pada Selasa petang sekitar pukul 18.00 WIB. Ia juga mengenang momen saat Sausan pertama kali memberikan kabar sesaat setelah insiden benturan keras itu terjadi di lokasi kejadian.
"Alhamdulillahnya dia dalam kondisi sadar dan meminta pertolongan ke penumpang yang tidak terluka, yang selamat, untuk menghubungi keluarga," ucapnya Nur Afifah, Kakak Korban.
Pihak keluarga segera menuju lokasi kecelakaan pada Senin malam guna memastikan kondisi Sausan. Afifah menyebutkan bahwa situasi di tempat kejadian perkara saat itu sangat padat dan proses evakuasi terhadap sejumlah korban masih terus berlangsung.
Berdasarkan cerita Sausan kepada keluarga, kecelakaan terjadi secara mendadak saat dirinya berada di gerbong paling belakang. Sebelumnya, petugas KRL sempat memberikan informasi mengenai adanya gangguan perjalanan akibat sebuah mobil yang tertemper kereta arah Bekasi.
"Setelah dua kali pengumuman itu, tiba-tiba dia langsung begitu aja terpental, dan ketika sadar dia merasa sudah gelap dan bau bakar. Dia juga cerita kalau ketika bangun itu dia berada dalam kondisi terimpit," ucapnya Nur Afifah, Kakak Korban.
Kejadian tersebut mengakibatkan Sausan terhimpit oleh penumpang lain yang berada di dekatnya. Hal inilah yang diduga menjadi penyebab utama cedera patah lengan kiri yang dialami oleh korban.
"Dia bilang saat itu dia merasa bahwasanya 'mungkin aku juga bisa meninggal Kak kalau memang ini evakuasinya lama', tapi alhamdulillahnya evakuasinya berlangsung cepat. Tiga orang di atas dia diangkat, dia juga bisa langsung diselamatkan," ucap Nur Afifah, Kakak Korban.
Saat ini, tim medis RSUD Bekasi masih melakukan observasi lanjutan untuk memantau stabilitas kondisi kesehatan Sausan. Keluarga berharap proses pemulihan berjalan lancar sehingga korban dapat diizinkan pulang dalam waktu dekat.