Insiden kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (27/4/2026) malam mengakibatkan 15 orang meninggal dunia. Salah satu korban teridentifikasi sebagai Nur Ainia Eka Rahmadhyna, anggota keluarga besar media Kompas TV.
Jumlah total korban jiwa tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), saat meninjau lokasi kejadian. Selain korban meninggal, tercatat puluhan penumpang lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
"Update sampai dengan jam satu siang tadi, ada 15 orang yang meninggal dunia dan 88 orang yang masih dirawat," kata Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.
Proses identifikasi jenazah dilakukan oleh Tim Pusdokkes Polri untuk memastikan identitas para korban kecelakaan maut tersebut. Dilansir dari Kompas, identitas Nur Ainia dipastikan melalui pencocokan data primer dan sekunder oleh tim medis kepolisian.
"Jenazah dengan nomor PM 010 teridentifikasi melalui data primer yakni sidik jari dan data sekunder yakni properti dan medis, cocok dengan AM 008 sebagai Nur Ainia Eka Rahmadhyna, 32 tahun, beralamat Tambun Selatan, Bekasi," ujar Nyoman Eddy Purnama Wirawan, Karodokpol Pusdokkes Polri.
Pihak internal Kompas TV melalui Sekretariat HR&GA secara resmi juga telah menyampaikan kabar duka mengenai berpulangnya staf bagian Customer Relations Officer (CRO) mereka tersebut. Almarhumah diketahui telah bekerja di perusahaan media tersebut selama lebih dari satu dekade.
"Telah meninggal dunia Rekan, Sahabat, Saudara kita, Nur Ainia Eka Rahmadhyna, CRO Officer, pada hari Senin, 27 April 2026. Meninggal pada usia 32 tahun dan bergabung di Kompas TV sejak 2 November 2015," bunyi informasi Sekretariat HR&GA Kompas TV.
Setelah proses di Rumah Sakit Polri selesai, jenazah rencananya akan dibawa ke rumah duka di wilayah Sumber Jaya, Bekasi. Seluruh jajaran rekan kerja menyampaikan simpati mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan akibat tragedi transportasi ini.
"Seluruh rekan-rekan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga arwah Almarhumah diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan kepada keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kekuatan dan ketabahan," tulis Sekretariat HR&GA Kompas TV.