Produk kopi hasil usaha mikro, kecil, dan menengah binaan Program Desa Emas berhasil memperluas jangkauan pasar hingga menembus Malaysia pada Sabtu (23/5/2026). Keberhasilan penetrasi pasar internasional ini diraih oleh Kelompok Tani Mekar Lestari dan KUB Cagar Alam, seperti dilansir dari Investor Daily.
Pencapaian tersebut terwujud setelah kedua kelompok usaha desa mendapatkan pendampingan intensif yang meliputi peningkatan kapasitas, inovasi produk, hingga perluasan akses pasar. Program Desa Emas sendiri dijalankan oleh Yayasan Indonesia Setara yang berkolaborasi dengan Inotek untuk memperkuat daya saing pelaku usaha pedesaan.
Metode pembinaan difokuskan pada penguatan kelembagaan serta keterampilan bisnis para peserta agar mampu bersaing di pasar global. Pengelola program juga mengarahkan para petani untuk melakukan hilirisasi komoditas guna menciptakan nilai tambah yang lebih tinggi bagi produk mereka.
"Peserta mendapatkan workshop penguatan kelembagaan, pemasaran, penyusunan business plan, hingga pelatihan ÔÇÿHow to Pitch Your BusinessÔÇÖ. Kami juga mendorong inovasi hilirisasi kopi melalui produk cascara," ujar Founder Yayasan Indonesia Setara Sandiaga Salahuddin Uno dalam keterangan pers, Sabtu (23/5/2026).
Cascara yang merupakan minuman herbal dari kulit buah kopi kering menjadi salah satu inovasi andalan untuk membuka peluang pasar baru. Akses ekspor bagi kelompok tani kian terbuka pasca-keikutsertaan mereka dalam program kementerian untuk perluasan jejaring internasional, termasuk melakukan sesi presentasi bisnis dengan Atase Perdagangan Kairo.
"Tak hanya itu, produk kopi mereka kini telah masuk pasar Malaysia dan digunakan untuk kebutuhan roastery, kafe, hingga sekolah barista di negara tersebut," kata Sandiaga.