Koperasi Kana gencar memperluas jaringan kemitraan dengan Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang tersebar di wilayah Jawa Timur dan Sumatera. Langkah ekspansi ini dilakukan untuk memperkuat ekosistem usaha di tingkat pedesaan.
Seperti dikutip dari Investortrust, saat ini tercatat sudah ada 325 KDKMP yang bergabung sebagai mitra. Manajemen Koperasi Kana membidik pertumbuhan mitra yang signifikan hingga mencapai 700 KDKMP sampai akhir tahun 2026.
Kemitraan yang jalin tidak sekadar menjadi urusan administratif semata. Program ini dirancang untuk memicu pertumbuhan koperasi di desa agar mampu memenuhi dan menjawab berbagai kebutuhan komoditas masyarakat setempat.
Setiap KDKMP yang resmi menjalin kerja sama akan mendapatkan suntikan dana bantuan operasional senilai Rp 2 juta per bulan. Selain itu, pihak pengelola juga menyediakan akses pengadaan bahan pangan pokok.
Penyediaan sembako tersebut dijalankan lewat mekanisme sistem konsinyasi tanpa memerlukan uang muka (DP). Skema ini memungkinkan setiap unit koperasi desa mengelola nilai transaksi operasional hingga Rp 200 juta setiap bulannya.
Kebijakan tersebut sekaligus memberikan ruang gerak usaha yang jauh lebih longgar bagi pengurus desa. Mereka dapat menjalankan bisnis tanpa harus terbebani oleh penyediaan modal awal dalam jumlah besar.
Ketua Koperasi Kana Jonathan Danang Wardhana menjelaskan bahwa tantangan yang dihadapi oleh koperasi pedesaan saat ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan modal semangat kolaborasi. Menurutnya, dibutuhkan sebuah bentuk dukungan riil yang dapat segera dieksekusi secara praktis.
ÔÇ£Kerja sama ini dibangun supaya koperasi desa punya pijakan usaha yang lebih kuat. Bukan hanya terhubung sebagai mitra, tetapi juga mendapat dukungan operasional dan akses pengadaan barang yang memang dibutuhkan untuk bergerak di lapangan,ÔÇØ
Jonathan Danang Wardhana menilai bahwa mayoritas koperasi di tingkat desa memerlukan skema kemitraan yang tidak memberatkan pada fase awal perintisan. Namun, sistem tersebut harus tetap memberikan peluang besar untuk terus berekspansi.
Penerapan sistem konsinyasi tanpa modal awal dinilai menjadi solusi dan pendekatan paling tepat untuk situasi tersebut. Koperasi Kana memilih untuk tetap mempertahankan langkah ekspansif ini demi mengejar target 700 mitra pada akhir tahun 2026.
ÔÇ£Target ini kami pasang, karena kebutuhan di lapangan memang besar. Semakin banyak koperasi desa yang terhubung, semakin besar pula peluang untuk tumbuh sehat dan memberikan dampak ekonomi nyata di lingkungannya,ÔÇØ
Koperasi Kana berkomitmen penuh untuk terus memperluas jangkauan pola kemitraan ini secara bertahap ke berbagai wilayah. Melalui skema ini, koperasi desa diharapkan tidak hanya berdiri sebagai lembaga formal, melainkan aktif bergerak menggerakkan roda ekonomi warga.