Sebanyak 12 warga sipil dilaporkan meninggal dunia akibat kontak tembak antara TNI dan kelompok kriminal bersenjata di Distrik Kembru, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, yang pecah sejak Selasa (14/4/2026). Peristiwa ini memicu ratusan warga lainnya melarikan diri ke wilayah aman guna menghindari eskalasi konflik.
Berdasarkan laporan yang dilansir dari Kompas, bentrokan bermula saat kelompok bersenjata melakukan aksi teror terhadap masyarakat setempat. Merespons situasi tersebut, prajurit TNI segera melakukan tindakan penegakan hukum yang memicu baku tembak dan masih berlangsung hingga saat ini.
Dampak dari pertikaian bersenjata ini mengakibatkan ratusan orang yang didominasi oleh perempuan dan anak-anak terpaksa mengungsi ke Distrik Sinak. Selain korban jiwa, sejumlah penduduk yang mengalami luka-luka telah dievakuasi ke RSUD Mulia, Puncak Jaya, untuk menjalani perawatan intensif.
Menanggapi situasi keamanan yang memburuk, Pemerintah Kabupaten Puncak secara resmi menetapkan status tanggap darurat yang akan berlaku selama 14 hari ke depan. Langkah ini diambil untuk mempercepat penanganan dampak sosial dan keamanan di wilayah terdampak.
Pemerintah daerah saat ini telah mengerahkan tim khusus menuju Distrik Kembru untuk melakukan pencarian terhadap warga. Upaya tersebut difokuskan untuk menemukan penduduk yang kemungkinan masih terjebak di area konflik maupun mereka yang bersembunyi di dalam hutan guna menyelamatkan diri.