Penggunaan melatonin dalam waktu lama kini mendapatkan peringatan serius dari para pakar kesehatan. Suplemen yang kerap menjadi solusi instan bagi penderita gangguan tidur ini ternyata menyimpan risiko besar bagi kesehatan kardiovaskular.
Sebuah riset berskala besar yang dipresentasikan pada American Heart Association Scientific Sessions pada Mei 2026 mengungkapkan dampak jangka panjang hormon tersebut. Penelitian ini mengonfirmasi adanya ancaman nyata terhadap fungsi jantung manusia.
Dikutip dari Media Indonesia, para peneliti menganalisis catatan medis elektronik milik 130.828 orang dewasa yang mengidap insomnia kronis. Hasil analisis menunjukkan adanya korelasi kuat antara konsumsi melatonin jangka panjang dengan kenaikan risiko gagal jantung.
Data penelitian mendeteksi sejumlah ancaman kesehatan yang signifikan pada individu yang mengonsumsi melatonin selama satu tahun atau lebih. Pengguna rutin menghadapi risiko gagal jantung 90% lebih tinggi dalam kurun waktu lima tahun dibandingkan penderita insomnia yang tidak mengonsumsinya.
Selain itu, partisipan dalam kelompok pengguna melatonin memiliki probabilitas 3,5 kali lebih tinggi untuk menjalani rawat inap akibat gagal jantung. Angka kematian dari penyebab apa pun juga tercatat dua kali lebih tinggi pada kelompok tersebut selama masa tindak lanjut lima tahun.
Gagal jantung sendiri merupakan kondisi kronis saat otot jantung kehilangan kemampuan memompa darah secara efektif. Akibatnya, pasokan oksigen yang dibutuhkan oleh tubuh tidak dapat terpenuhi dengan baik.
Mekanisme Biologis dan Regulasi Suplemen
Para ahli kardiologi saat ini masih terus mendalami mekanisme biologis yang memicu kondisi tersebut. Salah satu dugaan kuat adalah interaksi melatonin dengan reseptor kardiovaskular yang mampu memengaruhi tekanan darah serta irama jantung.
Dampak negatif ini rentan terjadi apabila hormon dikonsumsi dalam dosis suprafisiologis secara terus-menerus. Di samping itu, pengawasan terhadap peredaran suplemen bebas atau over the counter juga memicu kekhawatiran tersendiri.
Dosis nyata di dalam kapsul melatonin sering kali tidak selaras dengan keterangan pada label kemasan. Kondisi tersebut berpotensi memicu akumulasi hormon di dalam tubuh yang melampaui ambang batas aman.
Rekomendasi Durasi Penggunaan
Meskipun studi ini bersifat observasional dan masih memerlukan riset lanjutan untuk membuktikan hubungan sebab-akibat, praktisi kesehatan telah menerbitkan panduan aman bagi konsumen.
| Durasi Penggunaan | Rekomendasi Ahli |
|---|---|
| Jangka Pendek (< 3 bulan) | Umnya aman untuk jet lag atau gangguan tidur sementara. |
| Jangka Panjang (> 1 tahun) | Wajib konsultasi dokter dan pemeriksaan fungsi jantung berkala. |
Bagi penderita insomnia kronis, penanganan sebaiknya diarahkan untuk mengidentifikasi akar masalah utama seperti kecemasan, sleep apnea, atau pola hidup. Langkah ini dinilai lebih aman daripada bergantung pada suplemen hormon dalam jangka panjang.
Masyarakat diimbau segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala sesak napas atau pembengkakan kaki setelah mengonsumsi suplemen tidur secara rutin.
Pertanyaan Sering Diajukan
Apakah saya harus langsung berhenti minum melatonin? Jangan menghentikan pengobatan secara mendadak jika itu diresepkan dokter. Konsultasikan terlebih dahulu untuk evaluasi risiko jantung Anda.
Berapa dosis aman melatonin? Dosis rendah (1-3 mg) untuk jangka pendek biasanya dianggap aman, namun penggunaan harian di atas 12 bulan kini mulai dipertanyakan keamanannya bagi jantung.
Apa alternatif alami selain melatonin? Teknik Cognitive Behavioral Therapy for Insomnia (CBT-I) dan perbaikan higienitas tidur tetap menjadi standar emas penanganan insomnia jangka panjang.