Aktivitas penumpang Cikarang Line di Stasiun Manggarai terpantau relatif normal pada Selasa (28/4/2026) setelah insiden tabrakan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur. Penumpukan penumpang hanya terjadi sesaat ketika rangkaian kereta dari arah Bekasi tiba di peron.
Situasi di peron 3 dan 4 yang melayani rute Cikarang Loop Line tidak menunjukkan kepadatan yang signifikan sejak pukul 06.55 WIB, dilansir dari Megapolitan. Penumpang masih dapat bergerak leluasa dan sebagian besar menunggu kedatangan transportasi publik tersebut dengan duduk di kursi yang telah disediakan pihak stasiun.
Kepadatan arus manusia baru terlihat saat penumpang yang turun dari arah Bekasi memenuhi area peron dan bergegas menuju lantai atas. Selain itu, arus perpindahan penumpang Red Line dari lantai 3 menuju jalur lainnya juga memicu keramaian di lantai 2 gedung stasiun.
Tina, seorang penumpang berusia 27 tahun, memberikan tanggapan mengenai situasi di lapangan. Ia merasa dampak dari peristiwa kecelakaan yang terjadi di wilayah Bekasi Timur tidak memberikan pengaruh besar terhadap arus penumpang di pusat transit Manggarai.
"Normal kalau kok ini. Kayaknya di sana sudah dievakuasi deh jadi enggak terlalu berasa," kata Tina, Penumpang.
Berbeda dengan Tina, Hadi mengaku perjalanannya menuju Bekasi sempat mengalami kendala. Ia baru menyadari adanya kebijakan pembatasan layanan operasional kereta api menuju wilayah Cikarang saat sudah berada di perjalanan.
"Saya baru tau karena engga sempat lihat berita. Engga tahu nih nanti gimana," kata Hadi, Penumpang.
Meskipun menghadapi ketidakpastian layanan transportasi di stasiun tujuan, pria berusia 40 tahun ini memilih untuk tetap melanjutkan perjalanannya menggunakan KRL. Ia tetap berangkat menuju Bekasi dari Manggarai sembari mempertimbangkan alternatif transportasi lanjutan lainnya.
"Yah, enggak tahu deh, itu urusan pas udah sampai Bekasi. Semoga aja temannya saya mau direpotin buat jemput," tambah Hadi, Penumpang.
Peristiwa kecelakaan yang memicu gangguan perjalanan ini melibatkan KRL nomor PLB 5568A dan KA Argo Bromo Anggrek relasi GambirÔÇôSurabaya Pasar Turi pada Senin malam pukul 20.52 WIB. Tabrakan maut tersebut berlokasi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920.
Data korban menunjukkan tujuh penumpang KRL meninggal dunia, sementara 80 orang lainnya mengalami luka-luka akibat benturan keras kedua rangkaian kereta. Sebanyak 240 penumpang yang berada di dalam rangkaian KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat tanpa cedera dalam insiden tersebut.
Para korban luka saat ini telah dievakuasi dan menjalani perawatan medis di delapan rumah sakit berbeda di sekitar Bekasi. Fasilitas kesehatan tersebut meliputi RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.