Gelombang kedatangan jemaah haji asal Indonesia di Tanah Suci terus mengalir secara bertahap. Hingga Jumat (24/4/2026) pagi waktu Arab Saudi, dilaporkan sebanyak 35 kelompok terbang telah mendarat di Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah.
Dilansir dari Detikcom, proses penyambutan jemaah pada gelombang pertama ini memberikan perhatian mendalam bagi kelompok rentan. Hal ini menjadi prioritas utama bagi para petugas di lapangan guna memastikan kenyamanan seluruh tamu Allah.
Kepala Daerah Kerja Bandara Petugas Penyelenggara Ibadah Haji, Abdul Basir, memberikan rincian data terkait total jemaah yang sudah menginjakkan kaki di Madinah.
"Dari jumlah tersebut, ada 2.720 jemaah yang masuk kategori lansia," ujar Abdul Basir di Madinah.
Secara keseluruhan, angka jemaah yang telah tiba mencapai 13.686 orang. Tingginya populasi lansia menuntut kesiapan ekstra dalam pelayanan kedatangan, terutama untuk memulihkan kondisi fisik jemaah setelah menempuh penerbangan jarak jauh.
Kelompok terbang terbaru yang tercatat tiba di Madinah berasal dari embarkasi Kualanamu 3. Rombongan yang membawa jemaah dari wilayah Medan dan sekitarnya ini menempuh perjalanan udara menggunakan maskapai Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 3103.
Pesawat tersebut lepas landas dari Bandara Kualanamu, Sumatera Utara, pada Jumat (24/4/2026) sekitar pukul 01.05 WIB. Dalam kloter ini, terdapat total 356 jemaah yang didampingi oleh 4 orang petugas kloter resmi.
Data manifes menunjukkan bahwa sebanyak 78 jemaah dalam rombongan tersebut masuk dalam kategori lansia. PPIH Arab Saudi telah menyiagakan personel medis di area bandara sebagai langkah antisipasi kesehatan.
"Untuk jemaah yang tiba di bandara Madinah, jika diketahui dalam keadaan tidak sehat, maka akan segera dilakukan pemeriksaan oleh tim kesehatan PPIH Arab Saudi," jelas Basir.
Prosedur Kesehatan dan Penginapan
Langkah mitigasi kesehatan ini dilakukan untuk menjamin setiap individu dalam kondisi prima sebelum bergeser menuju tempat penginapan. Bagi jemaah yang dinyatakan sehat, mereka langsung diarahkan untuk menyelesaikan prosedur imigrasi dan validasi data manifes.
Setelah seluruh urusan administratif di bandara tuntas, jemaah dari kloter KNO 3 dipandu menuju armada bus yang telah disiapkan. Selama masa tinggal di Madinah, rombongan ini dijadwalkan menempati hotel Shaza Regency Plaza Al Madinah sebagai lokasi penginapan resmi.