Klinik Satelit Makkah Mulai Layani Jemaah Haji yang Alami Batuk dan Hipertensi

Klinik Satelit Makkah Mulai Layani Jemaah Haji yang Alami Batuk dan Hipertensi
Foto: Ilustrasi Klinik Satelit Makkah Mulai Layani Jemaah Haji yang Alami Batuk dan Hipertensi.

Fasilitas pelayanan kesehatan bagi jemaah haji Indonesia yang berada di area pemondokan kini beroperasi semakin intensif. Kehadiran sejumlah klinik satelit dilansir dari Detikcom bertujuan memastikan para jemaah memperoleh penanganan medis secara cepat di lokasi tempat tinggal mereka.

Klinik satelit ini berfungsi sebagai perpanjangan tangan dari fasilitas kesehatan utama yang ditempatkan langsung di hotel-hotel jemaah. Langkah desentralisasi ini diambil untuk mendekatkan akses bantuan medis bagi mereka yang membutuhkan perawatan segera.

Kawasan Hotel Alhidayah Tower Company di Aziziyah menjadi salah satu lokasi yang mendapatkan perhatian khusus. Di wilayah yang terdiri dari 10 menara tersebut, tersedia empat titik klinik satelit yang disebar secara strategis untuk menjangkau seluruh jemaah.

Mario Abdullah, salah seorang dokter spesialis anestesi yang bertugas di sektor tersebut, menjelaskan bahwa distribusi fasilitas kesehatan dilakukan guna mempermudah akses. Klinik-klinik ini ditempatkan secara khusus di Tower 1, 3, 4, dan 8.

"Di dalam 10 tower ini, kami membuka fasilitas pelayanan terdiri dari empat fasilitas kesehatan berupa klinik kesehatan satelit," ujar Mario saat ditemui di klinik satelit Hotel Alhidayah Tower Company, Senin (4/5/2026).

Selain menunggu jemaah yang datang ke klinik, tim medis juga melakukan langkah proaktif dengan mengunjungi kamar-kamar jemaah. Berdasarkan hasil pemantauan langsung, mayoritas keluhan yang muncul berkaitan dengan gangguan pernapasan dan masalah tekanan darah.

Faktor Aktivitas dan Koordinasi Rujukan

Keluhan mengenai tekanan darah tinggi yang banyak dialami jemaah diduga kuat dipicu oleh tingginya ritme kegiatan di tanah suci. Aktivitas fisik yang berat menjadi faktor utama yang memengaruhi kestabilan kondisi fisik para jemaah selama menjalankan rangkaian ibadah.

"Karena memang salah satu faktor aktivitas yang terlalu berat itu akan membuat tekanan darah menjadi tidak stabil," kata Mario.

Klinik satelit saat ini telah dibekali dengan stok obat-obatan yang mencukupi untuk menangani keluhan ringan secara langsung. Namun, bagi pasien yang membutuhkan tindakan medis lebih kompleks, tim kesehatan telah menyiapkan protokol koordinasi dengan fasilitas yang lebih lengkap.

"Kalau memang ada keluhan yang lain seperti ada tindakan, kami akan berkoordinasi dengan KKHI (Klinik Kesehatan Haji Indonesia), atau mungkin kalau memang bisa ada kasus yang lebih berat lagi kami akan berkoordinasi dengan rumah sakit untuk pasiennya dirujuk mendapatkan pelayanan lebih lanjut," tutur Mario.

Artikel terkait

Rekomendasi