Klinik Kesehatan Bandara Jeddah Siap Layani Jemaah Haji Gelombang Dua

Klinik Kesehatan Bandara Jeddah Siap Layani Jemaah Haji Gelombang Dua
Foto: Ilustrasi Klinik Kesehatan Bandara Jeddah Siap Layani Jemaah Haji Gelombang Dua.

Klinik Kesehatan Indonesia di Bandara King Abdulaziz Jeddah mulai disiagakan untuk memberikan pertolongan medis tingkat pertama bagi jemaah haji gelombang kedua yang tiba di Arab Saudi pada Kamis (7/5/2026). Pos kesehatan yang berada di zona E ini difungsikan sebagai titik observasi awal guna menangani gangguan kesehatan pascapenerbangan.

Kesiapan fasilitas kesehatan tersebut ditinjau langsung oleh Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Kerajaan Arab Saudi, Abdul Aziz Ahmad. Dilansir dari Nasional, klinik ini telah dilengkapi dengan dua tempat tidur serta berbagai peralatan medis darurat termasuk tabung oksigen untuk menunjang penanganan jemaah.

"Untuk klinik tingkat pertama, fasilitasnya sudah cukup," kata Abdul Aziz saat meninjau Pos Kesehatan Haji Indonesia, Kamis (7/5/2026).

Pengelolaan operasional fasilitas medis di gerbang kedatangan internasional tersebut sepenuhnya berada di bawah kendali tim kesehatan asal tanah air. Kepala Pusat Kesehatan Haji, Liliek Marhaendro Susilo, memberikan penegasan terkait personel yang bertugas di lokasi tersebut.

"Tenaganya PPIH Arab Saudi, dokter dan perawat dari Indonesia," kata dia.

Sistem layanan kesehatan di bandara ini dirancang untuk memberikan respons cepat terhadap kondisi kesehatan jemaah. Jika ditemukan pasien yang memerlukan tindakan medis lebih intensif, tim kesehatan akan segera melakukan rujukan ke pusat medis terdekat seperti Saudi German Hospital.

Liliek mengidentifikasi beberapa masalah kesehatan umum yang kerap muncul pada jemaah setelah menempuh perjalanan udara jarak jauh menuju Jeddah.

"Kebanyakan kelelahan, tekanan darah tidak stabil, gula darah naik karena jemaahnya lupa minum obat," kata dia.

Pihak otoritas kesehatan mengimbau agar para jemaah sudah mulai memprioritaskan waktu istirahat sejak masih berada di Indonesia. Aktivitas fisik yang berlebihan dalam tiga hari menjelang jadwal keberangkatan sangat tidak disarankan agar kondisi fisik tetap prima.

"Di pesawat juga usahakan tidur, istirahat. Jadi ketika mendarat, badan bugar," katanya.

Sebanyak 15 kelompok terbang (kloter) dengan total 5.795 jemaah dijadwalkan mendarat pada hari pertama operasional gelombang kedua ini. Proses kedatangan jemaah haji Indonesia melalui Bandara Jeddah diproyeksikan akan terus berlangsung hingga 21 Mei 2026 mendatang.

Artikel terkait

Rekomendasi