Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membuka lowongan bagi sekitar 20 ribu awak kapal perikanan (AKP) guna mengoperasikan 1.582 kapal nasional yang dimodernisasi hingga 2028. Kebutuhan tenaga kerja maritim dalam jumlah besar ini diumumkan pada Kamis (30/4/2026) sebagai bagian dari transformasi sistem perikanan tangkap terintegrasi.
Target penyerapan tenaga kerja ini diprediksi memberikan dampak luas bagi ekosistem industri perikanan di Indonesia. Sebagaimana dilansir dari Kompas, proyek ini tidak hanya menyasar operasional kapal, tetapi juga melibatkan ratusan ribu pekerja di sektor pendukungnya.
"Untuk implementasi program ini membutuhkan lebih kurang 20 ribu awak kapal perikanan untuk mengoperasionalkan kapal dan berdampak langsung pada pelibatan lebih dari 500 ribu tenaga kerja dalam ekosistemnya," kata Latif dikutip Antara, Kamis (30/4/2026).
Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Lotharia Latif, menjelaskan bahwa struktur kebutuhan SDM ini telah dipetakan secara detail sesuai dengan spesifikasi teknis kapal. KKP memprioritaskan penyerapan lulusan dari lembaga pendidikan pelayaran dan politeknik perikanan domestik untuk mengisi posisi strategis tersebut.
"Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk membangun sistem manajemen SDM perikanan tangkap yang terintegrasi," ujarnya.
Berdasarkan data KKP, total kebutuhan mencapai 20.094 personel yang terbagi dalam berbagai jabatan teknis. Rekrutmen ini mencakup posisi Nakhoda, Fishing Master, hingga puluhan ribu Anak Buah Kapal (ABK).
| Jabatan | Jumlah Kebutuhan |
|---|---|
| Anak Buah Kapal (ABK) | 11.418 orang |
| Perwira | 4.935 orang |
| Kepala Kamar Mesin (KKM) | 1.582 orang |
| Nakhoda | 1.582 orang |
| Fishing Master | 577 orang |
Selain pembagian jabatan, kebutuhan personel juga disesuaikan dengan kapasitas muat kapal yang akan dibangun. Armada terdiri dari kapal ukuran 30 GT sebanyak 1.000 unit, kapal 200 GT sebanyak 557 unit, serta kapal pengangkut dan penangkap berukuran 500 GT.
| Ukuran Kapal | Estimasi Personel |
|---|---|
| Kapal 30 GT | 10.000 personel |
| Kapal 200 GT | 9.469 personel |
| Kapal 500 GT | 625 personel |
Proses seleksi akan dimulai dengan tahap pendaftaran pada 4 Mei hingga 4 Juni 2026, diikuti pengumuman hasil pada 27 Juli 2026. Peserta yang lolos diwajibkan mengikuti pelatihan dan sertifikasi kompetensi sebelum mulai ditempatkan di armada pada 1 November hingga 23 Desember 2026.
Program modernisasi ini mendapatkan dukungan pendanaan internasional senilai 4 miliar poundsterling atau setara Rp91,6 triliun hasil kerja sama dengan Inggris. Seluruh unit kapal dijadwalkan diproduksi di dalam negeri untuk memperkuat kemandirian industri maritim nasional.