Ivany Rosaline Bagikan Kisah Ketangguhan Pengemudi Taksi Wanita

Ivany Rosaline Bagikan Kisah Ketangguhan Pengemudi Taksi Wanita
Foto: Ilustrasi Ivany Rosaline Bagikan Kisah Ketangguhan Pengemudi Taksi Wanita.

Ivany Rosaline (45) menunjukkan ketangguhan sebagai pengemudi taksi wanita sekaligus ibu tunggal saat menceritakan perjuangan hidupnya di kantor Bluebird, Mampang, Jakarta Selatan, pada Selasa, 21 April 2026. Dilansir dari Wolipop, Ivany memilih profesi ini untuk membiayai pendidikan kedua anaknya serta pengobatan putri sulungnya yang mengidap diabetes.

Perjalanan hidup Ivany berubah signifikan sejak berpisah dari suaminya pada 2009. Sebelum memutuskan bergabung menjadi mitra pengemudi, ia sempat mencoba peruntungan di berbagai bidang usaha mulai dari penjualan pakaian bekas, bisnis ayam, jasa binatu, hingga mengelola warung kopi, namun seluruh modal usahanya habis tak bersisa.

"Saya sudah melewati fase pendidikan dan bekerja. Tiba-tiba terjun ke Bluebird tidak punya uang sama sekali untuk anak sekolah. Aku single parent dan aku menanggung anak-anak untuk sekolah," kenang Ivany.

Keputusannya untuk turun ke jalanan diperkuat oleh kondisi kesehatan anaknya. Ivany mengaku sempat merasa tertekan ketika menghadapi kenyataan bahwa pendapatan dari usaha-usaha sebelumnya tidak cukup untuk menanggung biaya medis sang buah hati.

"Intinya karena cuma saya yang bisa diandalin. Saya syok saat anak perempuan saya kena diabetes. Apapun itu usaha saya tidak mencukupi, saya merasa gagal ketika anak saya butuh untuk berobat saya tidak punya uang," ungkap Ivany.

Selama satu tahun delapan bulan bekerja sebagai pengemudi, Ivany kerap menemui tantangan berupa keraguan dari calon penumpang. Ia menceritakan pengalamannya menghadapi pembatalan pesanan hanya karena identitasnya sebagai perempuan yang dianggap kurang mahir mengemudi di medan sulit.

"Selama di perjalanan mengalami tantangan, beberapa kali di cancel karena stigma driver wanita. Pertama kali mendapatkan stigma negatif itu tantangan. Jadi gak langsung down, malah terpacu untuk membuktikan," cerita Ivany.

Meski bekerja di lingkungan yang didominasi oleh pria, terutama saat bertugas di area bandara, Ivany tetap berkomitmen menjaga profesionalitas dan harga dirinya. Ia bersikap tegas terhadap segala bentuk pelecehan verbal yang mungkin terjadi di lapangan.

"Menjaga marwah kita sebagai wanita dan batasan. Saya orangnya tegas untuk itu. Ketika ada yang cat calling, saya bisa tegas dan mereka malah lebih respect dengan saya," kata Ivany.

Keamanan menjadi alasan utama Ivany bertahan di perusahaan penyedia jasa transportasi tersebut. Keberadaan fasilitas seperti tombol darurat di dalam kendaraan dan ketersediaan mes khusus bagi pengemudi wanita memberikan rasa tenang selama ia menjalankan tugasnya.

"Di sini keselamatan saya dijaga. Ada mes untuk Srikandi Bluebird untuk tempat istahat. Saya merasa lebih aman di mobil ada tombol darurat. Minimal sebelum pusat datang, ada lampu kuning berarti ada apa-apa dengan driver," jelas Ivany.

Dukungan finansial juga didapatkan melalui program internal perusahaan yang membantunya melunasi tunggakan sekolah swasta anaknya sebesar Rp 1,5 juta. Skema cicilan harian yang ringan membuat Ivany enggan berpindah ke tempat kerja lain meski mendapatkan banyak tawaran.

"Itu sangat membantu sekali. Makanya saya bilang, ada berapa orang yang mengajak pindah saya tidak mau," ujar Ivany.

Aktivitas harian Ivany dimulai sejak pukul 02.45 WIB untuk mengejar target pendapatan. Di tengah rutinitas yang melelahkan, ia tetap mengedepankan sisi kemanusiaan, terutama saat harus membantu penumpang yang sedang sakit atau membutuhkan kursi roda.

"Saya membantu agar masuk mobil pakai kursi roda, saya benar-benar tidak tega dan memeluk agar bisa langsung masuk ke mobil," tutur Ivany.

Kini kondisi ekonomi keluarganya berangsur membaik seiring dengan beasiswa yang diperoleh anaknya dari Purnama Foundation. Ivany menekankan pentingnya kejujuran dan ketulusan dalam bekerja sebagai kunci kelancaran rezeki.

"Intinya jangan iri dengan rezeki masing-masing," tambah Ivany.

Sebagai pesan penutup bagi kaum perempuan lainnya, Ivany mengingatkan agar para wanita berani bertindak tegas jika menghadapi pelecehan. Ia meyakini bahwa kemandirian adalah kunci utama dalam menghadapi tantangan hidup.

"Tembusin aja karena tidak ada yang pernah mengandalkan orang lain. Percaya tidak ada yang mustahil. Semua itu pasti merasakan meninggalkan anak untuk bekerja, tapi semua itu prioritas bagaimana caranya itu kita yang mengerti," pungkas Ivany.

Artikel terkait

Rekomendasi