Kisah Sukses Marcella Yanita Bangun Bisnis Perawatan Rambut Varesse

Kisah Sukses Marcella Yanita Bangun Bisnis Perawatan Rambut Varesse
Foto: Ilustrasi Kisah Sukses Marcella Yanita Bangun Bisnis Perawatan Rambut Varesse.

Frustrasi karena rambut rontok parah justru menjadi titik awal Marcella Yanita, 37 tahun, membangun bisnis perawatan rambut. Berawal dari eksperimen sederhana bersama sang ibu yang berprofesi sebagai apoteker farmasi, Varesse tumbuh dari usaha rumahan dengan modal sekitar Rp3 juta hingga berkembang menjadi merek hair care yang dipasarkan di berbagai kanal ritel dan marketplace.

Seiring perkembangan bisnisnya, perjalanan Varesse mendapat dukungan dari program Pengusaha Muda BRILiaN (PMB) yang digagas Bank Rakyat Indonesia atau BRI. Melalui program tersebut, Yanita memperoleh pendampingan pengembangan bisnis, perluasan jaringan, hingga peluang promosi yang membantu Varesse memperluas pasar dan menembus pasar global.

Yanita mengaku masalah rambut rontok yang dialaminya sudah terjadi sejak kuliah pada 2010. Kondisi tersebut sempat membuatnya kehilangan rasa percaya diri karena rambut rontok yang dialami tergolong cukup parah.

"Awalnya rambut saya rontok parah sampai hampir botak. Saya coba berbagai macam hair tonic, dari yang harganya Rp10 ribu sampai jutaan rupiah, tapi belum nemu yang cocok," ujarnya Marcella Yanita, Pemilik Varesse.

Berbagai produk telah dicoba, namun tidak memberikan hasil yang sesuai harapan. Dari keresahan itulah sang ibu kemudian mencoba meracik formula hair tonic sendiri di rumah. Tanpa disangka, racikan tersebut justru cocok digunakan dan perlahan membantu mengatasi masalah rambut rontok yang dialami Yanita.

Tak berhenti digunakan sendiri, Yanita mulai membagikan racikan tersebut kepada teman dan keluarga yang mengalami masalah serupa. Respons positif bermunculan. Banyak yang merasa cocok setelah mencoba produk tersebut.

"Terus saya bagiin juga ke teman-teman yang rambutnya rontok, ternyata cocok. Keluarga yang coba juga cocok," klaimnya Marcella Yanita, Pemilik Varesse.

Bisnis Bertumbuh

Dorongan untuk menjadikan produk tersebut sebagai bisnis pun mulai muncul. Saat itu, produk perawatan rambut rontok belum sebanyak sekarang sehingga banyak orang kesulitan mencari solusi yang tepat.

"Semua bilang, ÔÇÿkenapa enggak dijual aja produknya?ÔÇÖ Tapi waktu itu memang belum kepikiran bikin brand, masih sekadar kasih-kasih ke teman," katanya Marcella Yanita, Pemilik Varesse.

Keseriusan membangun bisnis baru dimulai pada 2017. Yanita mulai mengurus legalitas usaha, mendirikan perusahaan, hingga mendaftarkan produknya ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Dua tahun kemudian, tepatnya pada 2019, Varesse resmi dipasarkan secara daring melalui media sosial dan marketplace.

Pada masa awal, seluruh proses bisnis masih dilakukan secara mandiri bersama sang ibu. Mulai dari membalas pesan pelanggan, membungkus paket, hingga mengirim pesanan dilakukan sendiri dari rumah.

"Jadi semua proses awalnya masih ditangani sendiri," katanya Marcella Yanita, Pemilik Varesse.

Penjualan pada awalnya juga belum langsung ramai. Yanita kemudian mencoba strategi pemasaran digital dengan menggandeng influencer melalui sistem barter produk agar lebih banyak orang mencoba dan memberikan ulasan.

"Awal-awal sih sepi, belum banyak yang beli. Lama-lama kami coba endorse influencer, suruh orang cobain lalu reviu, terus mulai ada yang beli," ujarnya Marcella Yanita, Pemilik Varesse.

Nama Varesse mulai dikenal luas setelah produknya sempat viral digunakan oleh seorang influencer penyintas kanker yang mengalami kerontokan rambut. Menurut Yanita, hasil penggunaan produk tersebut terlihat cukup cepat sehingga menarik perhatian banyak orang.

"Cepat banget tumbuhnya, dalam dua mingguan sampai satu bulan itu tumbuh cepat," klaimnya Marcella Yanita, Pemilik Varesse.

Momentum pandemi covid-19 pada 2020 turut mendorong pertumbuhan bisnis Varesse. Tingginya tingkat stres selama masa pandemi membuat banyak orang mengalami kerontokan rambut dan mulai mencari produk perawatan tambahan untuk menjaga kesehatan rambut mereka. Kondisi tersebut menjadi peluang besar bagi Varesse untuk berkembang lebih cepat di pasar perawatan rambut.

"Ini pun menjadi peluang emas," imbuhnya Marcella Yanita, Pemilik Varesse.

Yanita pun menjelaskan makna di balik nama Varesse. Nama tersebut terinspirasi dari sebuah wilayah di Adrar, salah satu kawasan gurun di Mauritania yang dikenal memiliki oasis. Menurutnya, oasis identik dengan sumber kehidupan dan solusi bagi orang-orang yang kehausan di tengah gurun.

"Nah, jadi kami mengasosiasikan Varesse sebagai solusi untuk masalah rambut, terutama kerontokan," ucapnya Marcella Yanita, Pemilik Varesse.

Dukungan BRI

Perkembangan bisnis Varesse semakin pesat setelah Yanita mengikuti program Pengusaha Muda BRILiaN (PMB) 2023 yang digelar PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI. Dalam program tersebut, ia berhasil masuk lima besar nasional. Ia mengaku awalnya hanya mencoba peruntungan setelah mendapat informasi dari temannya mengenai program tersebut.

Namun, dari proses seleksi dan mentoring yang dijalani, ia justru memperoleh banyak pengetahuan baru mengenai bisnis.

"Aku merasakan banyak efek positif dari program BRILiaN," tegasnya Marcella Yanita, Pemilik Varesse.

Ia mengatakan program tersebut memberinya kesempatan belajar langsung dari mentor-mentor bisnis yang kompeten, sekaligus memperluas jaringan usaha.

"Jadi banyak tambahan ilmu, mentor-mentornya juga kompeten di bidangnya. Jadi, kita bisa konsultasi juga, dapat tambahan info," katanya Marcella Yanita, Pemilik Varesse.

Selain pendampingan bisnis, BRI juga membantu pelaku usaha memperluas eksposur melalui fasilitas booth pameran di berbagai acara.

"Mereka sediakan booth gratis, jadi produk kita bisa dikenal kalau ada orang luar datang," ujarnya Marcella Yanita, Pemilik Varesse.

Karakter Pembeli

Melalui berbagai pameran serta jaringan bisnis yang difasilitasi BRI, produk Varesse kini mulai menembus pasar internasional. Hal tersebut turut membuka pengalaman baru bagi Yanita dalam memahami karakter pembeli di tiap negara.

Ia mengatakan, perbedaan pola keputusan pembelian itu terasa jelas saat mengikuti sejumlah pameran internasional dan bertemu calon pembeli dari berbagai negara di Asia hingga Australia.

Menurutnya, pembeli asal Filipina cenderung lebih cepat percaya terhadap produk yang ditawarkan. Ia mengaku terkejut ketika calon pembeli dari negara tersebut langsung melakukan pembelian dalam jumlah besar hanya setelah melihat testimoni dan penjelasan produk.

"Kalau pembeli dari Filipina cepat banget percayanya. Baru lihat testimoni dan product knowledge sudah langsung mau borong. Hampir jutaan rupiah langsung belinya," ujar Yanita Marcella Yanita, Pemilik Varesse.

Ia menilai konsumen Indonesia justru lebih kritis dan skeptis sebelum membeli produk perawatan rambut. Kondisi itu, menurutnya, dipengaruhi banyaknya produk yang dinilai berlebihan dalam mengeklaim manfaat.

"Kalau di Indonesia lebih skeptis, karena di sini juga banyak yang over claim. Jadi orang Indonesia banyak mempertanyakan," katanya Marcella Yanita, Pemilik Varesse.

Sementara itu, pembeli asal Australia disebut memiliki karakter yang lebih detail dan cenderung melakukan riset mendalam sebelum membeli produk.

"Jadi biasanya mereka modelnya, ÔÇÿIni benar-benar terbukti enggak? Benar-benar jelas enggak? Ada hasil yang bisa dipertanggungjawabkan enggak?ÔÇÖ," ujarnya Marcella Yanita, Pemilik Varesse.

Yanita menambahkan pasar potensial Varesse juga datang dari Singapura dan Malaysia. Namun, karakter konsumen di kedua negara tersebut berbeda. Konsumen Malaysia disebut masih mirip dengan Indonesia karena cenderung melihat ulasan dan testimoni terlebih dahulu sebelum membeli.

Sementara itu, pembeli dari Singapura umumnya memperhatikan kualitas bahan baku, kandungan produk, hingga bukti klinis yang mendukung efektivitas produk.

"Pembeli Singapura biasanya lebih scientific. Mereka maunya ingredients-nya jelas, bagus, dan sudah terbukti klinis. Tapi, di satu sisi mereka juga royal," ujar Yanita Marcella Yanita, Pemilik Varesse.

Saat ini, harga produk Varesse dibanderol mulai dari Rp200 ribuan. Namun, perusahaan juga meluncurkan produk baru untuk perawatan uban dengan harga sekitar Rp150 ribu guna menyesuaikan daya beli masyarakat Indonesia. Yanita kemudian menerangkan tantangan terbesar dalam ekspor adalah persoalan legalitas dan perizinan di tiap negara. Setiap negara memiliki aturan berbeda terkait registrasi dan izin edar produk kecantikan.

"Tantangan utama ekspor itu perizinannya, karena legalitas di tiap negara berbeda-beda. Industri seperti kami perlu BPOM dan izin lain sesuai aturan negara tujuan," ujarnya Marcella Yanita, Pemilik Varesse.

Harapan Ekspansi

Meski demikian, Yanita tetap memiliki mimpi besar untuk memperluas pasar Varesse ke berbagai negara. Ia tengah membidik pasar Amerika Serikat dan Dubai. Menurutnya, peluang tersebut akan diambil ketika momentum dan kesiapan bisnis sudah tepat.

"Kalau pasar Amerika sangat menarik, karena akan banyak orang melihat pasar tersebut. Jadi, ini yang buat saya penasaran," tuturnya Marcella Yanita, Pemilik Varesse.

Langkah ekspansi tersebut dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan produksi serta karakter konsumen di tiap negara. Ia menyadari membangun kepercayaan pasar luar negeri tidak bisa dilakukan secara instan, sehingga Varesse memilih memperkuat kualitas produk dan testimoni pelanggan terlebih dahulu sebelum melakukan penetrasi lebih besar.

Saat ini kontribusi penjualan ekspor memang masih relatif kecil sekitar 2% dari total penjualan. Namun demikian, pertumbuhan bisnis Varesse terus menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun.

Permintaan produk yang terus meningkat membuat Yanita optimistis pasar internasional dapat menjadi salah satu penopang pertumbuhan bisnisnya di masa mendatang. Perjalanan bisnis tersebut dimulai dari skala rumahan dengan modal awal sekitar Rp3 juta. Dari modal terbatas itu, Varesse berkembang perlahan melalui pemasaran digital dan penjualan berbasis komunitas.

Konsistensi dalam menjaga kualitas produk membuat merek tersebut semakin dikenal di kalangan konsumen yang memiliki masalah kerontokan rambut. Perkembangan bisnis Varesse terlihat dari capaian omzet yang terus meningkat. Pada Mei 2023, bisnis tersebut sempat mencatat omzet hingga Rp722 juta. Angka itu kemudian kembali meningkat menjadi sekitar Rp793 juta pada Maret 2025.

Tidak hanya fokus mengembangkan lini produk, Yanita juga memperluas bisnisnya dengan membuka salon Varesse Salon di kawasan Kelapa Gading. Kehadiran salon tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkenalkan produk secara lebih dekat kepada masyarakat melalui pengalaman perawatan rambut secara langsung.

"Harapannya orang bisa ngerasain treatment pakai produk kita, jadi bisa membantu produknya makin dikenal," katanya Marcella Yanita, Pemilik Varesse.

Melalui ulasan di marketplace, Dian mengaku merasa lega dan puas setelah menggunakan Varesse Hair Tonic Concentrate 60 ml serta Serum Shampoo 2 in 1 Conditioner 20 ml. Produk yang diklaim dapat membantu mengatasi kerontokan sekaligus merangsang pertumbuhan rambut itu disebut memberikan hasil nyata pada kesehatan kulit kepala dan rambutnya.

Dian awalnya mengaku tidak langsung membeli produk Varesse dalam ukuran besar. Ia memilih mencoba kemasan kecil terlebih dahulu untuk memastikan kecocokan dengan kondisi rambutnya. Setelah merasakan perubahan positif yang nyata, ia kemudian memutuskan untuk kembali membeli dalam ukuran yang lebih besar. Menurut Dian, keputusan itu berawal dari rasa ingin memastikan terlebih dahulu apakah produk tersebut benar-benar cocok.

"Yang pertama coba kemasan kecil dulu karena mau tahu cocok atau enggaknya, dan alhamdulillah cocok akhirnya beli lagi yang besar," tulisnya Dian, Konsumen.

Ia juga mengaku sebelumnya mengalami kerontokan rambut yang cukup parah, bahkan setiap kali menyisir rambut, helai rambut mudah sekali rontok. Namun setelah rutin menggunakan produk tersebut, kondisinya berangsur membaik.

"Rambutku yang tadinya tiap disisir pakai tangan saja rontoknya parah, sekarang alhamdulillah sudah tidak pernah rontok lagi, paling cuma satu dua helai. Aku senang banget karena sebelumnya sudah frustrasi dan sudah coba banyak cara, tapi tidak ada yang cocok," terangnya Dian, Konsumen.

Ia menambahkan bahwa produk Varesse memiliki aroma yang sangat harum dan memberikan efek sejuk saat diaplikasikan. Kehadiran testimoni positif seperti ini semakin memperkuat posisi Varesse sebagai salah satu solusi perawatan rambut rontok yang tepercaya di pasaran.

Artikel terkait

Rekomendasi