Kisah inspiratif datang dari seorang jemaah haji asal Probolinggo bernama Abdul Latif yang menunjukkan kegigihan luar biasa selama beribadah di Tanah Suci. Pada musim haji tahun ini, ia berhasil melaksanakan ibadah umrah sebanyak 13 kali di sela-sela rangkaian ibadah utamanya.
Kisah tersebut ia bagikan saat ditemui di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, sesaat sebelum bertolak kembali ke Tanah Air. Abdul Latif mengaku sengaja bergerak secara mandiri agar bisa lebih produktif dalam menjalankan ibadah tambahan.
Mengenai ritme ibadah yang ia jalani selama berada di Arab Saudi:
- Abdul Latif memilih untuk tidak selalu bergantung pada jadwal kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH) agar bisa bergerak lebih cepat.
- Ia berhasil memasuki area Raudhah di Madinah hingga 11 kali selama masa tinggalnya di sana.
- Selama berada di Makkah, ia tercatat melaksanakan ibadah umrah sebanyak 13 kali secara mandiri.
- Ia hampir setiap hari menyempatkan diri untuk beribadah langsung di Masjidil Haram.
Abdul Latif mengungkapkan rasa syukurnya karena diberikan fisik yang kuat untuk menjalankan berbagai ibadah tersebut. Ia berharap segala upaya dan kegigihan yang ia lakukan dapat menyempurnakan ibadah hajinya di mata Allah SWT.
Kemudahan di Tengah Kekhawatiran
Pada awalnya, Abdul Latif sempat merasa cemas dan membayangkan proses ibadah di Tanah Suci akan terasa sangat berat. Namun, kenyataan yang ia temui justru sebaliknya karena ia merasa segala urusannya sangat dimudahkan.
Ia menceritakan bahwa ketersediaan makanan dan minuman sangat melimpah bagi para jemaah. Dukungan dari petugas haji serta asupan gizi yang terjaga membuatnya tetap bugar selama menjalankan rangkaian rukun haji.
Momen yang paling menyentuh baginya adalah saat menjalani wukuf di Arafah. Di tempat yang mustajab tersebut, ia memanjatkan doa secara mendalam untuk memohon ampunan atas segala kesalahan masa lalu.
Selain mendoakan dirinya sendiri, ia juga membawa nama orang tua, kerabat, hingga tetangganya dalam setiap sujud. Ia merasa bayangan orang-orang terdekatnya muncul begitu nyata saat ia berada di padang Arafah.
Pengalaman Spiritual di Saf Terdepan
Raudhah dan Masjidil Haram menjadi dua lokasi yang memberikan kesan mendalam bagi perjalanan spiritual Abdul Latif. Ia merasa takjub bisa melihat Ka'bah secara langsung setelah selama ini hanya menyaksikannya melalui layar televisi.
Beruntung karena masuk dalam kloter awal, ia merasakan suasana Masjidil Haram yang masih relatif sepi. Kesempatan ini ia manfaatkan untuk menyentuh Rukun Yamani dan berada di area antara Hajar Aswad serta pintu Ka'bah.
Detail pengalaman spiritual yang dirasakan Abdul Latif selama di Masjidil Haram:
- Ia sering mendapatkan posisi salat di saf paling depan tepat di hadapan Ka'bah.
- Meskipun ingin sekali mencium Hajar Aswad, ia memilih untuk menahan diri demi keselamatan.
- Ia memegang teguh nasihat gurunya untuk tidak memaksakan diri jika kondisi sudah terlalu berdesakan.
- Kesadaran akan keamanan diri membuatnya tetap khusyuk meski tidak sampai menyentuh Hajar Aswad secara langsung.
Kini, Abdul Latif merasa berat hati saat harus meninggalkan Tanah Suci yang telah memberinya banyak pengalaman religius. Ia pulang dengan membawa harapan agar seluruh rangkaian ibadahnya diterima dan menjadi haji yang mabrur.