Saham Surya Semesta Internusa Berpotensi Menguat Berkat Kinerja Perhotelan

Saham Surya Semesta Internusa Berpotensi Menguat Berkat Kinerja Perhotelan
Foto: Ilustrasi Saham Surya Semesta Internusa Berpotensi Menguat Berkat Kinerja Perhotelan.

PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) mencatatkan pertumbuhan kinerja yang signifikan pada segmen hospitality dan properti sepanjang kuartal I-2026. Capaian ini memicu revisi naik target harga saham perseroan yang kini turut dimiliki oleh Grup Djarum dan taipan Prajogo Pangestu.

Sektor pariwisata nasional menjadi motor utama penguatan ini setelah Kementerian Pariwisata melaporkan kunjungan 3,4 juta wisatawan mancanegara pada periode tersebut. Angka ini setara dengan 21% dari target tahunan dengan rata-rata belanja mencapai US$1.345 per kunjungan wisatawan.

Kondisi pasar yang positif tersebut berdampak langsung pada tingkat hunian hotel milik perseroan sebagaimana dilansir dari Investor Daily. Salah satu penopang utama pendapatan hospitality berasal dari pembukaan kembali Paradisus by Melia Bali pada Februari yang menyumbang IDR42 miliar.

Pada divisi properti, SSIA membukukan pertumbuhan sebesar 202% menjadi IDR495 miliar yang dipicu oleh pengakuan akuntansi atas penjualan lahan seluas 21 hektare. RHB Sekuritas mencatat bahwa perusahaan masih memiliki simpanan penjualan lahan yang cukup besar untuk periode mendatang.

"Backlog penjualan lahan SSIA tercatat sebesar IDR727 miliar, setara 46 ha lahan, dengan sekitar 36ha atau Rp524 miliar telah dibukukan pada April 2026," tulis RHB, dikutip Selasa (12/5/2026).

Meskipun bisnis konstruksi melalui PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) sempat melambat karena momentum Lebaran, anak usaha tersebut berhasil mengamankan kontrak baru senilai Rp894 miliar. Proyek strategis yang didapat meliputi pembangunan pabrik di Pekalongan serta pengembangan pusat perbelanjaan di Lampung.

Analis melihat prospek cerah akan terus berlanjut hingga kuartal II-2026 dengan dukungan asumsi tarif rata-rata harian hotel yang lebih tinggi. Keberhasilan pembukuan penjualan lahan pada bulan April menjadi basis kuat bagi performa keuangan perusahaan di sisa tahun ini.

ÔÇ£RHB Kami merevisi naik proyeksi laba SSIA tahun 2026 sebesar 4% dan memperkirakan kinerja kuat berlanjut pada 2Q26,ÔÇØ tulis laporan RHB Sekuritas.

Berdasarkan analisis tersebut, rekomendasi beli tetap dipertahankan dengan kenaikan target harga menjadi Rp2.200 per lembar saham. Target baru ini mencerminkan potensi keuntungan sekitar 29% dibandingkan harga pasar saat ini.

Artikel terkait

Rekomendasi