Sejumlah perusahaan di bawah naungan Prajogo Pangestu melaporkan pertumbuhan kinerja keuangan yang solid sepanjang kuartal I/2026. Momentum ini bertepatan dengan hari ulang tahun sang taipan yang jatuh pada Rabu, 13 Mei 2026.
Prajogo Pangestu yang lahir di Bengkayang pada 13 Mei 1944, memulai kariernya dari bawah sebagai sopir angkot sebelum bertransformasi menjadi pengusaha kayu terkemuka. Ekspansi bisnisnya kini merambah sektor petrokimia dan energi baru terbarukan.
Dikutip dari Market, PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) menjadi salah satu emiten yang membukukan lonjakan performa. Perseroan berhasil meraup laba bersih senilai US$90,48 juta atau sekitar Rp1,53 triliun (kurs Rp16.999 per dolar AS).
Pendapatan BRPT melesat 232,18% secara year on year (YoY) menjadi US$2,57 miliar. Pertumbuhan ini didorong oleh kontribusi masif dari pasar ekspor petrokimia dan kilang yang tumbuh mencapai 926,52% YoY.
PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) sukses mencatatkan pembalikan kinerja dengan membukukan laba bersih sebesar US$146,13 juta. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, TPIA masih mengalami kerugian bersih.
Total pendapatan TPIA meroket 284,4% YoY menjadi US$2,40 miliar. Penjualan energi menjadi pilar baru dengan kontribusi US$1,45 miliar, sementara sektor kimia turut tumbuh 180,9% menjadi US$548,13 juta.
Meski pendapatan tumbuh 19,1% YoY, anak usaha TPIA yaitu PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) mengalami tekanan pada laba bersih. Laba bersih CDIA menyusut 70,2% YoY menjadi US$8,40 juta akibat lonjakan beban keuangan dan administrasi.
Ekspansi Energi Hijau dan Pertambangan
Di sektor energi bersih, PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 25,6% menjadi US$43,01 juta. Pendapatan perseroan tumbuh seiring dengan peningkatan kapasitas listrik dan kontrak pelanggan.
Sektor pertambangan juga menunjukkan tren positif melalui PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN). Laba bersih CUAN melonjak tajam 232,7% menjadi US$5,69 juta dengan total pendapatan mencapai US$371,33 juta.
Kinerja CUAN didukung oleh anak usahanya, PT Petrosea Tbk. (PTRO), yang mencetak laba bersih US$1,38 juta. Pendapatan PTRO tumbuh 84,24% YoY menjadi US$284,13 juta yang bersumber dari jasa penambangan serta konstruksi rekayasa.
| Nama Emiten | Pendapatan | Laba Bersih | Pertumbuhan Laba |
|---|---|---|---|
| Barito Pacific (BRPT) | 2.570,00 | 90,48 | 459,90% |
| Chandra Asri (TPIA) | 2.400,00 | 146,13 | Berbalik Laba |
| Barito Renewables (BREN) | 165,16 | 43,01 | 25,60% |
| Petrindo Jaya (CUAN) | 371,33 | 5,69 | 232,70% |
| Petrosea (PTRO) | 284,13 | 1,38 | 50,54% |
Total aset BRPT per Maret 2026 tercatat naik 1,53% year to date menjadi US$17,62 miliar. Sementara itu, posisi ekuitas perseroan juga mengalami penguatan sebesar 4,39% menjadi US$6,31 miliar pada periode yang sama.