Kinerja Emiten Prajogo Pangestu Kompak Melaju di Kuartal I/2026

Kinerja Emiten Prajogo Pangestu Kompak Melaju di Kuartal I/2026
Foto: Ilustrasi Kinerja Emiten Prajogo Pangestu Kompak Melaju di Kuartal I/2026.

Kinerja keuangan sejumlah emiten yang berafiliasi dengan konglomerat Prajogo Pangestu menunjukkan tren pertumbuhan positif sepanjang kuartal I/2026. Berdasarkan laporan keuangan yang dikutip dari Market, mayoritas perusahaan di bawah naungan grup ini mencatatkan kenaikan pendapatan dan laba bersih.

PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) menjadi salah satu entitas yang membukukan lonjakan signifikan. Perusahaan ini melaporkan laba bersih sebesar US$90,48 juta atau setara Rp1,53 triliun dengan asumsi kurs Jisdor Rp16.999 per dolar AS.

Capaian tersebut melesat hingga 459,90% secara tahunan (YoY) jika dibandingkan dengan laba bersih kuartal I/2025 yang hanya sebesar US$16,16 juta. Pendapatan BRPT tercatat meroket 232,18% YoY menjadi US$2,57 miliar.

Pertumbuhan pendapatan BRPT utamanya ditopang oleh kinerja pasar ekspor petrokimia dan kilang yang tumbuh 926,52% YoY menjadi US$2 miliar. Di sisi lain, pasar domestik justru mengalami penyusutan tipis sebesar 2,04% menjadi US$566,78 juta.

Laba sebelum pajak perseroan tercatat sebesar US$335,25 juta, melonjak hingga 496% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Aset Barito Pacific per akhir Maret 2026 juga naik 1,53% year to date (YtD) menjadi US$17,62 miliar.

PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) turut mencatatkan pembalikan kinerja dari rugi menjadi laba bersih sebesar US$146,13 juta atau sekitar Rp2,47 triliun. Padahal, pada periode sebelumnya perusahaan ini masih menderita rugi bersih sebesar US$25,64 juta.

Ekspansi Pendapatan Energi dan Infrastruktur

Total pendapatan TPIA mencapai US$2,40 miliar, melejit 284,4% YoY. Menariknya, penjualan energi yang pada tahun lalu belum ada, kini memberikan kontribusi sebesar US$1,45 miliar.

Meski pendapatan segmen kimia domestik terkoreksi 14,8%, namun pendapatan infrastruktur domestik melonjak 120,2% menjadi US$59,29 juta. Perseroan juga meraup keuntungan kurs mata uang asing sebesar US$8,91 juta.

Kondisi berbeda dialami PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) yang laba bersihnya justru menyusut 70,2% YoY menjadi US$8,40 juta. Penurunan ini terjadi meski pendapatan perusahaan naik 19,1% menjadi US$41,24 juta.

Pertumbuhan Sektor Energi Terbarukan dan Tambang

Di sektor energi baru terbarukan, PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) meraih laba bersih US$43,01 juta atau naik 25,6% YoY. Kenaikan ini sejalan dengan pendapatan yang tumbuh 9,8% menjadi US$165,16 juta berkat peningkatan penjualan listrik dan uap.

Sektor pertambangan melalui PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) juga tidak ketinggalan dengan membukukan laba bersih US$5,69 juta. Angka ini meroket 232,7% dibandingkan laba bersih periode sebelumnya sebesar US$1,71 juta.

Pendapatan CUAN melesat 73,6% menjadi US$371,33 juta, didorong oleh kontribusi besar dari penjualan batu bara sebesar US$129,52 juta. Lini bisnis EPCI migas lepas pantai yang baru dikembangkan juga mulai menyumbang pendapatan US$13,59 juta.

Terakhir, PT Petrosea Tbk. (PTRO) melaporkan laba bersih US$1,38 juta atau setara Rp23,54 miliar. Pendapatan kontraktor batu bara ini meningkat 84,24% YoY menjadi US$284,13 juta, di mana BP Berau Ltd dan PT Freeport Indonesia menjadi pelanggan utamanya.

Artikel terkait

Rekomendasi