Keutamaan dan Doa Shalat Sunnah di Hijir Ismail Ka'bah

Keutamaan dan Doa Shalat Sunnah di Hijir Ismail Ka'bah
Foto: Ilustrasi Keutamaan dan Doa Shalat Sunnah di Hijir Ismail Ka'bah.

Hijir Ismail menjadi salah satu titik yang paling dicari jamaah saat berada di Masjidil Haram untuk memanjatkan doa secara lebih dekat kepada Allah SWT. Area berbentuk setengah lingkaran di sisi utara Ka'bah ini merupakan bagian tak terpisahkan dari struktur bangunan suci tersebut.

Dilansir dari Cahaya, area ini dibatasi oleh dinding rendah yang dikenal sebagai al-hatim. Secara historis, kawasan ini termasuk dalam fondasi asli Ka'bah yang dibangun oleh Nabi Ibrahim dan putranya, Nabi Ismail.

Keistimewaan tempat ini dipertegas melalui hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah binti Abu Bakar. Saat ia ingin masuk ke dalam Ka'bah untuk shalat, Rasulullah bersabda bahwa shalat di Hijir Ismail sudah mewakili shalat di dalam Ka'bah (HR. Tirmidzi dan An-NasaÔÇÖi).

Melaksanakan shalat sunnah mutlak di area ini sangat dianjurkan bagi jamaah haji maupun umrah. Dalam buku Doa dan Dzikir Haji dan Umrah 1447 H/2026 M yang diterbitkan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, dijelaskan bahwa shalat di sini memiliki nilai khusus karena posisi hukumnya yang termasuk bagian Ka'bah.

Kementerian Agama Republik Indonesia juga mendorong jamaah untuk mengoptimalkan ibadah di sekitar Hijir Ismail melalui shalat sunnah dan zikir. Saat tawaf, jamaah diwajibkan mengitari area ini dari luar demi menjaga keutuhan rukun tawaf.

Setelah menunaikan shalat sunnah, jamaah sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa. Berikut adalah bacaan doa yang dapat dilafalkan:

Ϻ┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘Å┘à┘æ┘Ä Ïú┘Ä┘å┘ÆÏ¬┘Ä Ï▒┘ÄÏ¿┘æ┘É┘ë ┘äϺ┘Ä ÏÑ┘É┘ä┘Ä┘ç┘Ä ÏÑ┘É┘äϺ┘æ┘Ä Ïú┘Ä┘å┘ÆÏ¬┘ÄÏî Ï«┘Ä┘ä┘Ä┘é┘ÆÏ¬┘Ä┘Ç┘å┘É┘è ┘ê┘ÄÏú┘Ä┘å┘ÄϺ Ï╣┘ÄÏ¿┘ÆÏ»┘Å┘â┘ÄÏî ┘ê┘ÄÏú┘Ä┘å┘ÄϺ Ï╣┘Ä┘ä┘Ä┘ë Ï╣┘Ä┘ç┘ÆÏ»┘É┘â┘Ä ┘ê┘Ä┘ê┘ÄÏ╣┘ÆÏ»┘É┘â┘Ä ┘ïc┘ÄϺ ϺÏ│┘ÆÏ¬┘ÄÏÀ┘ÄÏ╣┘ÆÏ¬┘ÅÏî Ïú┘ÄÏ╣┘Å┘êÏ░┘Å Ï¿┘É┘â┘Ä ┘ïc┘É┘å┘Æ Ï┤┘ÄÏ▒┘æ┘É ┘ïc┘ÄϺ ÏÁ┘Ä┘å┘ÄÏ╣┘ÆÏ¬┘ÅÏî Ïú┘ÄÏ¿┘Å┘êÏí┘Å ┘ä┘Ä┘â┘Ä Ï¿┘É┘å┘ÉÏ╣┘Æ┘ïc┘ÄϬ┘É┘â┘Ä Ï╣┘Ä┘ä┘Ä┘è┘æ┘Ä ┘ê┘ÄÏú┘ÄÏ¿┘Å┘êÏí┘Å Ï¿┘ÉÏ░┘Ä┘å┘ÆÏ¿┘É┘èÏî ┘ü┘ÄϺÏ▒┘Æ┘ü┘ÉÏ▒┘Æ ┘ä┘É┘èÏî ┘ü┘ÄÏÑ┘É┘å┘æ┘Ä┘ç┘Å ┘äϺ┘Ä ┘è┘ÄÏ▒┘Æ┘ü┘ÉÏ▒┘ŠϺ┘äÏ░┘æ┘Å┘å┘Å┘êÏ¿┘Ä ÏÑ┘É┘äϺ┘æ┘Ä Ïú┘ÄϪ┘ÆÏ¬┘Ä

Ϻ┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘Å┘à┘æ┘Ä ÏÑ┘É┘å┘æ┘É┘è┘Æ Ïú┘ÄÏ│┘ÆÏú┘Ä┘ä┘Å┘â┘Ä ┘ïc┘É┘å┘Æ Ï«┘Ä┘è┘ÆÏ▒┘É ┘ïc┘ÄϺ Ï│┘ÄÏú┘Ä┘ä┘Ä┘â┘Ä Ï¿┘É┘ç┘É Ï╣┘ÉÏ¿┘ÄϺϻ┘Å┘â┘Ä Ïº┘äÏÁ┘æ┘ÄϺ┘ä┘ÉÏ¡┘Å┘ê┘Æ┘å┘ÄÏî ┘ê┘ÄÏú┘ÄÏ╣┘Å┘êÏ░┘Å Ï¿┘É┘â┘Ä ┘ïc┘É┘å┘Æ Ï┤┘ÄÏ▒┘æ┘É ┘ïc┘ÄϺ ϺÏ│┘ÆÏ¬┘ÄÏ╣┘ÄϺÏ░┘Ä┘â┘Ä ┘ïc┘É┘å┘Æ┘ç┘Å Ï╣┘ÉÏ¿┘ÄϺϻ┘Å┘â┘Ä Ïº┘äÏÁ┘æ┘ÄϺ┘ä┘ÉÏ¡┘Å┘ê┘Æ┘å┘Ä

All─ühumma anta rabb─½ l─ü il─üha ill─ü anta, khalaqtan─½ wa an─ü ÔÇÿabduka, wa an─ü ÔÇÿal─ü ÔÇÿahdika wa waÔÇÿdika mastathaÔÇÿtu, aÔÇÿ┼½dzu bika min syarri m─ü ß╣úanaÔÇÿtu, ab┼½ÔÇÖu laka biniÔÇÿmatika ÔÇÿalayya wa ab┼½ÔÇÖu bidzanb─½, faghfir l─½, fa innahu l─ü yaghfirudz dzun┼½ba ill─ü anta.

All─ühumma inn─½ asÔÇÖaluka min khairi m─ü saÔÇÖalaka bihi ÔÇÿib─üdukaß╣ú-ß╣ú─üliß©Ñ┼½n, wa aÔÇÿ┼½dzu bika min syarri m─ü istaÔÇÿ─üdzaka minhu ÔÇÿib─üdukaß╣ú-ß╣ú─üliß©Ñ┼½n.

Artinya: ÔÇ£Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, tiada Tuhan selain Engkau. Engkau menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berusaha memenuhi janji kepada-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang telah aku perbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa selain Engkau.

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan yang dimohon oleh hamba-hamba-Mu yang saleh, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang mereka berlindung darinya.ÔÇØ

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitab Fathul Bari menjelaskan bahwa keistimewaan tempat dapat meningkatkan nilai spiritual dan kekhusyukan seseorang. Sejalan dengan itu, Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin memandang tempat bersejarah sebagai sarana memperdalam kesadaran batin.

Banyak jamaah merasakan kedekatan emosional yang sangat personal saat bersujud di Hijir Ismail. Meski dalam kondisi Masjidil Haram yang padat, menghadirkan kekhusyukan tetap menjadi esensi utama dalam setiap tahapan ibadah mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Artikel terkait

Rekomendasi