Umat Islam memasuki bulan Zulkaidah 1447 Hijriah yang dimulai pada Senin, 20 April 2026, sebagai salah satu dari empat bulan haram yang memiliki kedudukan istimewa dalam kalender Islam. Bulan ke-11 ini dilarang untuk peperangan dan menjadi momentum peningkatan amal ibadah bagi kaum muslimin.
Penetapan Zulkaidah sebagai waktu yang disucikan berlandaskan pada keterangan hadits mengenai perputaran zaman dan pembagian bulan dalam setahun. Keagungan bulan ini disejajarkan dengan Zulhijah, Muharam, dan Rajab dalam tradisi Islam sebagaimana dilansir dari Detikcom.
"Zaman berputar seperti hari Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu terdiri dari 12 bulan, di antaranya 4 bulan Haram, tiga bulan berurutan, Zulkaidah, Zulhijah, dan Muharam. Adapun Rajab yang juga merupakan bulannya kaum Mudhr, berada di antara Jumadil Akhir dan Syakban." sabda Rasulullah SAW sebagaimana diriwayatkan Abu Bakrah RA.
Peningkatan kualitas ibadah di bulan-bulan tersebut dipicu oleh besarnya nilai pahala maupun konsekuensi atas perbuatan dosa yang dilakukan. Hal ini merujuk pada penjelasan Abdullah bin Abbas RA mengenai pengkhususan empat bulan haram oleh Allah SWT.
"Allah mengkhususkan empat bulan yang dijadikannya sebagai bulan-bulan haram, kehormatannya sangat agung, dosa-dosa pada bulan tersebut lebih besar (dari bulan-bulan lainnya) dan Dia menjadikan amal saleh dan pahalanya (di bulan-bulan lainnya) dan Dia menjadikan amal saleh dan pahalanya (di bulan tersebut) juga lebih besar." kata Abdullah bin Abbas RA.
Meskipun tidak ada perintah puasa yang bersifat khusus hanya untuk bulan Zulkaidah, umat Islam dianjurkan memperbanyak puasa sunnah secara umum di bulan haram. Anjuran ini didasarkan pada percakapan antara Nabi SAW dengan seorang laki-laki dari kabilah Bahilah.
"Wahai Rasulullah SAW, saya adalah orang yang datang kepadamu di tahun pertama." ujar laki-laki tersebut.
Nabi SAW kemudian mempertanyakan perubahan penampilan fisik pria tersebut yang tampak berbeda dari pertemuan sebelumnya.
"Apa yang mengubahmu padahal dulu kamu orang yang bagus penampilan?" tanya Nabi SAW.
Kondisi fisik tersebut rupanya disebabkan oleh kebiasaan pria itu yang hanya makan pada malam hari sejak pertemuan terakhir mereka.
"Saya tidak makan makanan kecuali di malam hari, semenjak aku meninggalkanmu." jelas pria dari Bahilah tersebut.
Menanggapi hal itu, Rasulullah SAW memberikan arahan mengenai pelaksanaan puasa yang ideal, mulai dari kewajiban di bulan Ramadan hingga tambahan puasa sunnah bulanan.
"Puasalah di bulan kesabaran (Ramadan) dan puasalah sehari setiap bulan." perintah Nabi SAW.
Pria tersebut lantas meminta tambahan karena merasa masih memiliki kekuatan fisik untuk melakukan ibadah lebih banyak.
"Tambahlah puasa sunnah untukku karena aku memiliki kekuatan." pinta pria tersebut.
Nabi SAW kemudian menyarankan puasa dua hari setiap bulan, namun pria itu kembali meminta tambahan dosis ibadah puasa.
"Puasalah dua hari setiap bulan." instruksi Nabi SAW.
Setelah permintaan tambahan yang berulang, Rasulullah SAW akhirnya memberikan tuntunan untuk berpuasa di bulan-bulan haram dengan pola jeda tertentu.
"Puasalah di bulan haram (Zulkaidah), kemudian tinggalkanlah; lalu puasalah di bulan haram (Zulhijah) kemudian tinggalkanlah; lalu puasalah di bulan haram (Muharram) kemudian tinggalkanlah." jelas Nabi SAW.
Sebagai penutup dari petunjuk tersebut, Nabi SAW memberikan isyarat jumlah hari yang disarankan melalui gerakan tangan.
"Rasulullah berkata sembari mengisyaratkan tiga jarinya (maksudnya, 3 hari untuk setiap bulannya) kemudian melepaskannya)." papar keterangan dalam hadits riwayat Ahmad.
Berdasarkan kalender Hijriah Indonesia 2026 terbitan Kementerian Agama RI, umat Islam dapat melaksanakan puasa Senin-Kamis mulai 20 April 2026. Selain itu, jadwal puasa Ayyamul Bidh jatuh pada Jumat, 1 Mei dan Sabtu, 2 Mei 2026.