KH Abdullah Tholib Tekankan Keutamaan Berbakti kepada Ibu

KH Abdullah Tholib Tekankan Keutamaan Berbakti kepada Ibu
Foto: Ilustrasi KH Abdullah Tholib Tekankan Keutamaan Berbakti kepada Ibu.

Wakil Ketua Umum MUI Kota Tangerang, KH Abdullah Tholib, menyampaikan pesan mengenai tingginya kedudukan seorang ibu dalam Islam melalui teks khutbah Jumat pada Selasa, 21 April 2026. Penjelasan tersebut menekankan kewajiban anak untuk menghormati orang tua sebagai jalan menuju surga, dilansir dari Cahaya.

Penyampaian materi ini didasari oleh realitas pengorbanan besar seorang ibu yang mengandung selama sembilan bulan dan mempertaruhkan nyawa saat proses persalinan. Abdullah Tholib merujuk pada Surat Luqman ayat 14 yang menggambarkan kepayahan ibu saat mengandung hingga masa menyapih selama dua tahun.

"Dan Kami perintahkan kepada manusia ( berbuat baik ) kepada dua orang ibu-bapaknya, Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu-bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu." kata KH Abdullah Tholib mengutip firman Allah SWT.

Dalam narasi khutbahnya, beliau memaparkan filosofi lima jenis air dari tubuh ibu yang menjadi penopang hidup anak, yakni air ketuban, darah, susu, keringat, dan air mata. Abdullah Tholib menegaskan bahwa jasa-jasa tersebut tidak mungkin bisa dibalas oleh siapapun.

"Wahai Rasulullah, siapa yang paling berhak aku perlakukan dengan baik?. Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab : Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab : Ayahmu, lalu yang lebih dekat setelahnya dan setelahnya." ujar Abdullah Tholib membacakan hadis riwayat Bukhari.

Landasan hukum mengenai penghormatan kepada ibu juga diperkuat dengan kisah Jahimah yang ingin pergi berperang namun diminta Rasulullah SAW untuk tetap menjaga ibunya. Penekanan ini menjadi dasar munculnya ungkapan bahwa surga berada di bawah telapak kaki ibu sebagai bentuk kiasan ketundukan anak.

"Sungguh Jahimah datang kepada Nabi SAW, lalu ia berkata,: ÔÇ£Wahai Rasulullah, aku ingin berperang dan aku datang untuk meminta petunjukmuÔÇØ. Nabi SAW bersabda,ÔÇØApakah engkau memliki Ibu?ÔÇØ Jahimah menjawab,: ÔÇ£YaÔÇØ. Nabi bersabda,: ÔÇ£Tinggallah bersama dia, karena sungguh surga itu di bawah kedua kakinya." terang Abdullah Tholib mengutip hadis riwayat Ibnu Majah dan An-Nasa'i.

Selain hadis, pendapat para ulama klasik turut disertakan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai ketaatan. Salah satunya adalah penjelasan dari Imam Nawawi dalam kitab at-Taisiri bi Syarhil Jami'ish-Shoghir yang menghubungkan ketaatan dengan akses menuju surga.

"Bahwa selalu mentaati para Ibu adalah sebab dekatnya seseorang memasuki surga." sebut Abdullah Tholib menyitir pendapat Imam Nawawi.

Khotib juga mengingatkan bahwa doa seorang ibu memiliki kekuatan besar yang mampu menembus langit ketujuh. Hal ini dicontohkan melalui kisah Uwais Al-Qorni yang menggendong ibunya saat tawaf demi memohonkan ampunan bagi sang ibu sebagai bentuk bakti tertinggi.

"Orang tua adalah pintu surga yang paling tengah, maka jangan sia-siakan pintu itu atau jagalah ia." papar KH Abdullah Tholib menutup dengan hadis riwayat At-Tirmidzi.

Artikel terkait

Rekomendasi