Studi Genetika Ungkap Satu dari 200 Orang Dunia Keturunan Genghis Khan

Studi Genetika Ungkap Satu dari 200 Orang Dunia Keturunan Genghis Khan
Foto: Ilustrasi Studi Genetika Ungkap Satu dari 200 Orang Dunia Keturunan Genghis Khan.

Sebuah studi genetika historis yang dirilis kembali pada Minggu (19/4/2026) mengungkapkan bahwa sekitar satu dari 200 orang di seluruh dunia merupakan keturunan langsung dari pendiri Kekaisaran Mongol, Genghis Khan. Temuan ini didasarkan pada analisis DNA terhadap 16 populasi di seluruh wilayah Asia.

Penelitian yang dimulai hampir dua dekade lalu tersebut, tepatnya pada tahun 2003, menemukan adanya garis keturunan kromosom Y yang tidak biasa pada hampir satu dari 12 pria di benua Asia. Fenomena genetik ini merujuk pada sosok Tem\u00fcjin yang berhasil menyatukan suku-suku nomaden menjadi kekaisaran besar.

Data tersebut menunjukkan bahwa sekitar 8 persen pria yang tinggal di wilayah bekas kekaisaran Mongol memiliki leluhur laki-laki yang sama, sebagaimana dilansir dari Detik iNET. Berdasarkan perhitungan statistik dan logika sejarah, para peneliti menyimpulkan bahwa leluhur tersebut adalah Genghis Khan.

Meskipun secara resmi tercatat memiliki sembilan anak dari istri pertamanya, B\u00f6rte, penguasa Mongol ini diketahui memiliki enam istri lain dan ratusan selir. Praktik poligami yang luas di kalangan bangsawan Mongol saat itu memperkuat kemungkinan penyebaran genetik yang sangat masif.

Mendiang sejarawan David Morgan memberikan pandangannya mengenai kemungkinan jumlah anak yang sangat besar dari para penguasa Mongol tersebut. Dalam catatan sejarah, putra sulung Genghis Khan yang bernama Tushi bahkan dilaporkan memiliki 40 orang putra.

"Cukup jelas apa yang mereka lakukan ketika mereka tidak berperang," kata David Morgan, Sejarawan Sejarah Mongol.

Klaim mengenai populasi keturunan ini tetap menjadi pembahasan hangat dalam disiplin sejarah dan genetika. Meskipun identitas banyak anak perempuannya hilang dari catatan sejarah karena adat istiadat waktu itu, warisan genetik Genghis Khan tetap terlacak melalui garis laki-laki hingga saat ini.

Artikel terkait

Rekomendasi